Mengapresiasi Festival Pertunjukan Puisi PPIA

TEMU SASTRA NUSANTARA
Viddy AD Daery
http://www.suarakarya-online.com/

Temu Sastra Nusantara MPU (Mitra Praja Utama), adalah salah satu bentuk forum sastra-budaya kerjasama antar provinsi anggota MPU, disamping kerjasama di bidang lain meski sampai sekarang baru beranggotakan 10 Provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa atenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Continue reading “Mengapresiasi Festival Pertunjukan Puisi PPIA”

Sastra Melayu Singapura Pasca-Masuri

Viddy AD Daery
http://www.infoanda.com/Republika

Baru-baru ini DKJ bekerjasama dengan Dewan Kesenian Sumsel menyelenggarakan Festival Puisi Internasional 2006 di Palembang dan Jakarta. Konon acara besar itu kurang mendapat sambutan penonton. Tapi itu tentu masalah publikasi dan hal-hal di luar sastra.

Dalam hal sastra, yang banyak dituju oleh Agus R Sarjono –sebagai Ketua Panitia– justru lebih kepada pengenalan lebih lanjut sikon sastra dunia, terutama sastra negeri tetangga. Continue reading “Sastra Melayu Singapura Pasca-Masuri”

Menuju Komunitas Sastra-Budaya Nusantara

Viddy AD Daery*
http://www.infoanda.com/Republika

Komunitas Sastra Indonesia (KSI) sudah banyak dikenal. Tapi, apakah sudah ada yang mengenal keberadaan komunitas sastra-budaya Nusantara?

Sudah dapat dipastikan tidak ada yang tahu, karena sebenarnya secara de jure terbentuk. Tetapi, secara de facto, komunitas yang mencoba menggalang hubungan timbal-balik dan kerjasama sastra dan budaya Nusantara itu sudah ada. Hanya saja belum mempunyai wadah resmi secara organisatoris. Continue reading “Menuju Komunitas Sastra-Budaya Nusantara”

Menuju ‘Deklarasi Sastra’ Indonesia-Malaysia

Viddy AD Daery
http://www.infoanda.com/Republika

Semakin mencuatnya hubungan budaya yang kurang harmonis antara saudara serumpun Indonesia-Malaysia, yang akhir-akhir ini disebabkan oleh isu pemakaian lagu Rasa Sayange dan tarian Reog Ponorogo serta gosip Askar Wataniyah, menandakan bahwa hubungan yang kurang mesra itu bukannya semakin mereda namun grafiknya semakin meningkat. Continue reading “Menuju ‘Deklarasi Sastra’ Indonesia-Malaysia”