Seni itu Memberi Ruang Redam

Ugoran Prasad (Seniman Muda dan Pekerja Teater Garasi)
Pewawancara: Mustaan
http://www.lampungpost.com/

PILIHANNYA bergelut dalam dunia seni tak sia-sia, malah membuahkan hasil gemilang. Muda dan berkarya, begitulah yang ada di benak Ugoran Prasad, pekerja sastra kelahiran Lampung yang memilih menetap di Yogjakarta.

Lama bergelut di dunia sastra, banyak karya yang telah ditelurkan dan membuahkan apresiasi, penghargaan untuk karya cerita pendek terbaik untuk Cerpen Pilihan 2005–2006, di salah satu harian nasional ternama tahun 2007, dan karya fiksi peserta Utan Kayu Literary Bienalle 2007, Komunitas Teater Utan Kayu 2007. Continue reading “Seni itu Memberi Ruang Redam”

Sutardji Calzoum Bachri: Protes Sosial Tak Dapat Perhatian

Sutardji Calzoum Bachri, Susianna (Wawancara)
http://www.suarakarya-online.com/

Dalam blantika puisi di Indonesia, nama Sutardji Calzoum Bachri patut diperhitungkan sebagai penyair profesional yang konsisten sejak remaja hingga sekarang. Pria kelahiran Rengat, Riau 24 Juni 1941, ini mulai mencuat sekitar tahun 70-an tatkala tampil membaca sajak tunggal dengan sangat sensasional sambil minum bir dan membawa kapak.

Ayah seorang putri (Mila) dari perkawinan dengan Mariam Linda ini antara lain pernah mengikuti International Poetry Reading di Rotterdam (1974) dan “IOWA Writing Program” dari IOWA University Amerika Serikat (Oktober 1974 – April 1975). Continue reading “Sutardji Calzoum Bachri: Protes Sosial Tak Dapat Perhatian”

Prof Dr Abdul Hadi WM: Indonesia tak Punya Rumah Kebudayaan Sendiri

Abdul Hadi W. M.
Syahruddin El-Fikri (Pewawancara)
republika.co.id

Sistem pendidikan modern telah mengajarkan paham materialistik sehingga menafikan nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah bahasa.

Agama Islam banyak memengaruhi kebudayaan bangsa Indonesia, khususnya bidang sastra. Munculnya sastra Melayu juga dipengaruhi oleh sastra Islam. Tak heran bila kemudian bangsa ini melahirkan banyak tokoh sastra yang andal. Sayangnya, kini kesusastraan Melayu yang menjadi ciri khas bangsa ini mulai kehilangan arah. ”Indonesia sudah tak memiliki rumah secara kultural lagi,” kata Prof Dr Abdul Hadi WM, guru besar Universitas Paramadina Mulya (UPM), Jakarta, kepada Syahruddin El-Fikri, wartawan Republika. Continue reading “Prof Dr Abdul Hadi WM: Indonesia tak Punya Rumah Kebudayaan Sendiri”

“Saya Cinta Kiai dan Pesantren”

Abidah El Khalieqy
Pewawancara: Muhammad Syaifullah
http://www.korantempo.com/

Abidah El Khalieqy tidak hanya dikenal sebagai penyair, tapi juga novelis yang produktif. Lima novel telah ditulisnya, selain buku kumpulan puisi dan kumpulan cerita pendek. Salah satu novelnya, Geni Jora, memenangi Lomba Penulisan Novel Dewan Kesenian Jakarta 2004. Perempuan kelahiran Jombang, 1 Maret 1965, yang mulai menulis sejak usia 12 tahun ini pernah memperoleh penghargaan seni dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (1998). Tahun lalu ia menerima Ikapi dan Balai Bahasa Award. Continue reading ““Saya Cinta Kiai dan Pesantren””

Bahasa ยป