Kata-Kata Kita
bila kata-kita
melesat lambat
dalam miliaran
tahun cahaya
menuju-Nya
luka siapa
bertimbun didada
tawa siapa
mewarnai cakrawala Continue reading “Puisi-Puisi Zawawi Se”
Kata-Kata Kita
bila kata-kita
melesat lambat
dalam miliaran
tahun cahaya
menuju-Nya
luka siapa
bertimbun didada
tawa siapa
mewarnai cakrawala Continue reading “Puisi-Puisi Zawawi Se”
Memandangmu dari Sisi Benakku
melihatmu dari sisi benakku
diantara cahaya mata terpaku
juga pada redup matamu
temaram siluetmu
di antara celah-celah bidai bambu
membayang samar pada pagar
mengisahkan kedalaman duka
atau rasa rindu yang masih tersisa
memisahkan antara benar dan alpa
dalam jazirah perjalanan luka Continue reading “Puisi-Puisi Zawawi Se”
:Sebuah Sajak Bambang Kempling
Zawawi Se
Beberapa waktu lalu masih di tahun 2009 ini saya masih teringat ketika memposting sebuah puisi-puisi-an saya ke milist apresiasi sastra. Ketika itu puisi-puisi-an tersebut mendapat respon dari Hudan Hidayat yang menyatakan bahwa puisi-puisi-an yang saya buat tersebut masih terlalu verbal. Continue reading “Religiusitas yang tak verbal pada Telepon Berdering Dini Hari”
Zawawi Se
Mungkin adalah benar bila sebuah pendapat menyatakan bahwa ketika kita menyakiti seseorang itu ibarat menancapkan sebuah paku pada sebuah kayu. Bila berkali-kali kita menyakiti seseorang berarti hal itu seperti berkali-kali pula kita menancapkan paku-paku itu pada sebuah kayu.
Sedangkan ketika permohona maaf kita lontarkan atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, mungkin hal itu ibarat kita mencabut paku-paku yang telah kita tancapkan tersebut dari sebuah kayu. Continue reading “Lidi Segala Kata, Sajak Herry Lamongan”
Zawawi Se
Waktu terasa beringsut seperti siput. Duduk gelisah berganti-ganti posisi di kursi paling pinggir dalam deret ke empat sebelah kanan dibelakang Sopir Bus Patas Trigaya Putra jurusan Surabaya – Semarang diantara orang-orang yang terlelap mereguk mimpi-mimpi indah mereka sambil bersandar dikursi yang memberi kenyamanan perjalanan dengan tersedianya ruang longgar untuk bebas menggerakkan kaki kedepan selonjor atau kebelakang menekuk lutut memasukkan kaki dibawah kursi. Bus melaju seolah-olah tidak memahami betapa rinduku telah membuncah kepadanya. Continue reading “Bicara Puisi pada Seorang Bayi”