Puisi-Puisi Imamuddin SA

EMBUN CINTA KASIH

ia kenal sapamu,
segala janji yang telah tersabda
tiada daya tak merona.

namun, setitik rasa
penyebrang sukma
pada anting-anting semesta
adalah tanda tirta
terkunci rautnya
kala kau kidung nada:
“basulah sela-sela manismu
pun takkan kupercik api di sela lentikmu”

ah, mengapa kau sibukan jiwa imajimu
tuanglah setetes embun cinta kasih
di ujung-ujung jemari
sebab itu kembang jati
yang mesti bersemi
di tepi jalan kembali

Kendalkemlagi 2006

SPINK BERALUN

kisah ini,
hampalah dari teladan nadi:
cerita pasir gurun
semerbak dalam spink beralun
adalah sona yusuf zilaikhah merimbun

kau bukanlah dia
penarik kemeja
pun aku tidaklah penafsir mimpinya,
lewat hasrat terbantai kata-kata

genggamlah batu kenangmu:
bersama gelora hasrat ini
adalah diri lautan mimpi
pembawa sesesat hati

Kendalkemlagi 2006

SAYAP-SAYAP MIMPI

sampaikan pada seberkas embun
yang sempat terikat grafitasi
lalui roman sayap-sayap mimpi

adalah padi kan kugapai
pada cambang sehelai
di pijak jemari menyemai

namun, bukan kelahiran itu
sempat kutunggu …
hanyalah serunduk diri
kala berisi
menjadi papan panah yang terbidik pasti

dan biarlah aku membelah jati
sendiri
biar bayangku
di gores dalam nafas-nafas ini
semikan nuansa hari

Kendalkemlagi 2006

MENGEJA LINGKAR SURYA

“kau eja
lingkar surya
tiada bertaut muka
menghadap pesona rupa
dalam lirik-lirik cerita”

biarlah wewangi kembang katamu
menyemburat dalam ruang waktu
laksana martil penumbuk kehampaan batinku;
luluh

namun, setetes embun kesadaran
telah singgah menembus kejahiliaan
membawaku pada batas pencerahan

sungguh, aku telah menasbihkan diri ini
menangkapnya dalam denyut nadi sendiri
lewat sifatnya yang bersemi
memberkas pada jasad insani

hanya hamdallah yang kurangkai
bersama pengabdian yang sesuai;
jasad pada jasad
hati untuk yang tak ternilai

Kendalkemlagi 2006

SEBATAS MISTERI

tiada mengangan angan
legenda ini
kisah lewat mimpi-mimpi
kala ketiadaan tafakur di relung sunyi

bukankah telah terbangun imaji;
ah, tak yakin ia adalah sepi
hingga rindu kasih
mengukir hasrat insani

ya, mainan lentik jemari
ataukah hasrat sendiri
ini hanya sebatas misteri

namun tiada rasa
dalam suci bilik ini,
ia hanya mendendang tembang damba
merentang sesayap nada
berharap mawar percikkan embun sapa;
“hatur sembah
rindu pada
kasih berbeda”

tidak, daun sangsi masih
berdiri bertasbih
di latar sabana hati
hingga kusahadatkan diri
lewat kepolosan sejati;
“sungguh adalah ini rasa saling mengerti
antara dzat bersama dia yang menguasai,
segalanya demi menjenguk kembang kasih
dalam bentuk ruang tak pasti”

larik kisah ini
berukir janji
terseru dalam lelakon nadi

Kendalkemlagi 2006

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *