Kritikus Sastra Temukan Larik-larik Ajaib pada Karya Azwina

Yurnaldi
http://www.kompas.com/

Peluncuran dua buku puisi karya penyair Azwina Aziz Miraza; Tuhan, Aku Sendirian dan Di Setengahnya adalah Kita oleh Komunitas Sastra Indonesia (KSI) bekerjasama dengan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Jumat (16/1) di Jakarta, menarik kalangan sastrawan, budayawan, dan dosen dan mahasiswa perguruan tinggi. Kritikus dan pakar sastra dari Universitas Indonesia, Maman S Mahayana, menemukan kata dan kalimat yang membangunan larik-larik ajaib. Continue reading “Kritikus Sastra Temukan Larik-larik Ajaib pada Karya Azwina”

KULTUR ETNIK DALAM KEINDONESIAAN

: KEGELISAHAN MELAYU DALAM HEMPASAN GELOMBANG

Maman S. Mahayana

Sastra sejatinya bukanlah sekadar menampilkan sebuah dunia rekaan, bukan pula semata-mata menghadirkan peristiwa-peristiwa imajinatif. Ia dapat diperlakukan sebagai potret sosial jika di dalamnya terungkap problem dan kegelisahan yang terjadi di dalam kehidupan kemasyakaratan. Dengan demikian, sastra dapat dipandang sebagai dokumen sosial; sebagai cermin masyarakat atau pantulan hasrat terpendam dan semangat individu atau komunitas yang (mungkin) menjadi harapan sastrawannya. Continue reading “KULTUR ETNIK DALAM KEINDONESIAAN”

Bahasa ยป