Judul Buku: Misteri Rubaiyat Omar Khayyam
Penulis: Amin Maalouf
Penerjemah: Winarsih Arifin
Penerbit: Serambi, Jakarta
Halaman: 516 halaman
Cetakan: Desember 2008
Peresensi: Lukman Santoso Az* Continue reading “Omar Khayyam dan Naskah Rubaiyat yang Misterius”
Kritik (Sastra) Pembuka Tahun
Bernando J. Sujibto *
lampungpost.com
DISKURSUS seputar kritik dan apresiasi karya sastra tak akan ada habisnya selama pencarian kreativitas-imajinatif masih, meminjam istilah Arif B. Prasetyo, konsisten dengan pencarian pembaruan (concern with newness). Dalam perjalanan khazanah kesusastraan, dinamika karya sastra dan kritiknya adalah sebuah keniscayaan. Continue reading “Kritik (Sastra) Pembuka Tahun”
Sejarah Sastra (yang) Belum Mendunia
Dwi Fitria
http://jurnalnasional.com/
Di dunia internasional sastra Indonesia tertatih, kondisi yang seharusnya bisa diubah.
Sastra Indonesia belum mampu berbicara di kancah sastra dunia. Teknologi komunikasi yang semakin canggih tak berbanding lurus dengan perkembangan sastra Indonesia. Jauh di masa lalu, sastra Indonesia malah memiliki peran yang jauh lebih penting dalam kancah sastra dunia. Continue reading “Sejarah Sastra (yang) Belum Mendunia”
Seniman Abai Catat Konsep Karya
S. Jai
SEMOGA ini bukan kegelisahan pribadi, sehingga luput dari sindiran cerdas Albert Einstein: “Seluruh masalah di bumi ini bisa dipecahkan ilmu pengetahuan, kecuali masalah pribadi.” Bermula dari sepinya gagasan seni, sejak dari sejarah, kritik, dan karya seni ditambah kebimbangan proyeksi akademisi di perguruan tinggi, memicu pentingnya seniman mencatat sendiri “konsep gagasan estetik maupun artistik” karyanya. Continue reading “Seniman Abai Catat Konsep Karya”
Sejarah Bukan Tempurung Kreativitas
Theresia Purbandini
http://jurnalnasional.com/
Sastra Indonesia bagai dihantui oleh sejarah sastranya. Pernyataan itulah yang dilontarkan Nirwan Dewanto yang mengakibatkan kesusastraan Indonesia terus bertempur di medan peperangan sendirian dan berpangkal pada ketinggalan dari pergaulan dunia sastra luar. Continue reading “Sejarah Bukan Tempurung Kreativitas”
