kompas.com
Di Atas Danau
Mungkin masih ada mata air
di sini.
Dulu kami mudah menemukan bulan atau bayangan kami di atasnya
hingga danau kering dan melenyapkan bayangan kami. Continue reading “Sajak-Sajak Ulfatin Ch”
kompas.com
Di Atas Danau
Mungkin masih ada mata air
di sini.
Dulu kami mudah menemukan bulan atau bayangan kami di atasnya
hingga danau kering dan melenyapkan bayangan kami. Continue reading “Sajak-Sajak Ulfatin Ch”
kendaripos.co.id
DI ATAS RANJANG WAKTU
Kuhempashempas tubuh
Agar muncrat api
Raya Puncak muntah salju
Tubuhku beku Continue reading “Sajak-Sajak Arsyad Indradi”
Ribut Wijoto *
surabayapost.co.id
Ada semacam ungkapan, penulis mendapatkannya dari cerpenis asal Kediri, S. Jai, “banyak orang memiliki gagasan besar, dan sedikit orang yang mampu menuliskan kebesaran gagasannya”. Orang lain tidak bisa mengetahui gagasan besar seseorang oleh sebab bahasa yang diungkapkan tidak mengabarkan kekuatan gagasan besar. Bahasa dengan gagasan besar sama seperti puisi yang cerdas. Tidak saja secerdas penciptanya, penyair, malah lebih cerdas lagi. Continue reading “Perihal Puisi Cerdas”
Indra Tjahyadi *
lampungpost.com
MAKIN kemari, sastra kita, rupa-rupanya, makin disibukkan gagasan-gagasan mengenai tubuh. Hal ini tidak hanya menjangkiti novel atau cerpen-cerpen kita kini, akan tetapi juga puisi-puisi.
Begitu juga yang terjadi dalam puisi. Semisal puisi-puisi karya Binhad Nurrohmat dalam kumpulan puisinya yang berjudul Kuda Ranjang (Melibas, 2004). Pada kumpulan puisinya tersebut, secara sadar, Binhad menempatkan gagasan tubuh manusia menjadi semacam penggerak utama puisinya. Tengok saja larik-larik puisinya yang berjudul “Bunting” (2004: 28–29). Continue reading “Tubuh Manusia dalam Puisi”
S Yoga *
suarakarya-online.com
Tak bisa dipungkiri, bahwasanya puisi gelap begitu marak perkembangannya di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Pengistilahan puisi gelap sendiri masih bisa diperdebatkan lagi, juga mutu puisi tidak terkait dengan istilah puisi gelap atau puisi terang. Istilah ini juga sudah biasa digunakan untuk menyebut kecenderungan puisi-puisi dari penyair komunitas Airlangga. Continue reading “Taman Puisi Gelap Surabaya”