Sajak-Sajak Tjahjono Widarmanto

http://www.lampungpost.com/
SEBUAH TAMAN

akan kutunjukkan pada kalian
sebuah taman
tak hanya untuk meneguk aroma kembang
atau indahnya warna sayap kupu-kupu
tak hanya kalian bisa menangkap getar sayap burung
atau menatap senyum langit yang menggoda
akan kutunjukkan pada kalian
sebuah taman
tempat seribu puisi berbiak dalam hati
wanginya meresap di palung hati.
ya, sebuah taman untuk kalian.

2008

PETA PARA PENYAIR

tak ada perjalanan terakhir
lorong sunyi ini tak berujung
kita adalah pasukan terpilih
tanpa kuda tanpa pelana
musyafir pemburu suara gema
ke segala sudut cuaca, taman kota, hingga garis cakrawala
tak ada perjalanan yang usai
hanya seteguk istirah melepas lelah di pojok senja
sambil menghitung berapa jarak telah dilampaui,
kesenyapan yang gemetar ingatkan petualangan sendiri
serta kenangan pada ciuman terakhir sangat manis
tinggal isak yang sayup.
tak ada perjalanan terakhir
– apa yang telah kau catat?-

ngawi-2007

SIUL BURUNG ITU

siul burung itu
pagi hari
hinggap di telinga
hinggap pula segala manisnya kenangan
kampung halaman yang tercatat di buku harian
siulnya mengabarkan rasa kangen
kenangan sungai, hutan kecil, dan tunas-tunas jati
tembang-tembang dolanan yang bergema
saat purnama di pelataran
juga wajah ibu yang menyimpan
taman surga di senyumnya.
siul burung itu
pagi hari
hinggap di telinga dengan rasa rindu
tembang kinanti dari seorang ibu.

2007

SEBUAH SUBUH DI BULAN AGUSTUS

subuh di bulan agustus
seharusnya kita tangkap aromanya berbeda
bukankah saat yang tepat mengenang gerimis air mata
yang pernah tumpah dan tuntas di bumi pertiwi
subuh di bulan agustus
mestinya lebih syahdu dari subuh yang lain
namun, mengapa kita masih saja meringkuk
di balik selimut kemanjaan.

2007

KOTAKU

kotaku tiba-tiba penuh baja dan logam
taman-taman ditumbuhi belukar api
dan dendam jadi bara di mana-mana
terbetik berita di koran dan teve
orang-orang menggenggam batu dan kapak
anak-anak berlarian memburu bapaknya
bapak-bapak berlarian memburu anaknya
langit kotaku tiba-tiba hujan batu
bau mesiu terbakar kemarau
tak ada lagi yang sudi termangu!

Surabaya-Yogya

KUCARI SEBUAH ALAMAT
*)mengenang nenek

kucari sebuah alamat
tempat wangi semerbak rambutmu berhembus
tersenyum pada gerimis
menari untuk bumi
kucari lewat bermil-mil arus sungai
dan tiupan angin berderai
kucari sebuah alamat
muara segala rahasia
kucari lewat buih-buih ombak
meluncur ke arah sarang burung
meniti puncak langit
lewat helai rambutmu wangi
kucari sebuah alamat. akhir segala resah
tuntas di puncak cinta

klaten, 2008

RUMAH PUISI

akan kubangun rumah bagi jiwa
yang lelah dan dahaga
seperti taman tempat istirah
menghikmati aroma bunga.
tempat kau dan aku berbenah
membasuh luka menidurkan resah.
akan kubangun rumah
berbata frase berpilar kata
kokoh di dada semesta
rumah tempat kita
menghikmati angin
bertabik pada langit
menari untuk bumi
di pelatarannya mengalir bening telaga
tempat kita senantiasa berkaca
berani menatap wajah sendiri
tabah menghitung luka sendiri
ikan-ikan berenang di dalamnya
bersama teratai mengajak kita
samadi dalam sunyi
merangkul rembulan dan matahari
mengecup senyum pada cakrawala
bercanda dengan mekar bunga
akan kubangun rumah
kunamai:puisi
tempat membaringkan lelah
sambil membaca sejarah
akan kubangun rumah puisi
siapa saja bisa bertamu
untuk menghapus luka dahaga jiwa

kedah, 2007

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *