Album Religi Kembali Marak

Rusdy Nurdiansyah
http://www.infoanda.com/

Semesta bertasbih pad-Mu
Sucikan dirimu lafadzkan asma-Mu
Gunung-gunung bintang makhluk-MU
Mentari rembulan tunduk taat pada-Mu

Syair lagu Semesta Bertasbih di atas ada dalam album kedua Opick bertajuk sama yang dirilis Agustus 2006 lalu. Album produksi Nadahijrah-Forte Records berisi sepuluh lagu itu merupakan salah satu album bergenre religi Islam yang akan menyemarakkan Ramadhan 1427 H.

Naman Opick pertama kali muncul dengan lagu Tombo Hati dalam album kompilasi Tausiyah Dzikir dan Nasyid Ustd Arifin Ilham (2004). Lagu yang menjadi tema Ramadhan RCTI selama dua tahun berturut-turut itu sangat diminati oleh semua lapisan masyarakat dan mendapat pasar yang cukup baik di Tanah Air.

Kesuksesan Opick (Aunur Rofiq Lil Firdaus) terus berlanjut ke tahun berikutnya. Album solo religi pertamanya, Istighfar (2005) sukses di pasaran, dan saat ini telah terjual lebih dari 800 ribu kopi, serta mendapat lima platinum. ”Satu prestasi yang luar biasa dalam genre musik religi,” ujar Produser Forte Records, Kristina Santi.

Album Semesta Bertasbih berisi 10 lagu baru. Semua karya Opick sendiri. Di album ini Opick mengajak beberapa penyanyi lain untuk berkolaborasi, seperti Melly Goeslow, yang menyanyikan lagu Takdir, yang dikomposeri oleh Melly.

Duet dengan Melly Goeslaw pada lagu Takdir menghasilkan pop relijius yang menonjolkan karakter suara yang kuat dari keduanya. Inilah kejutan istimewa Opick bagi para penggemarnya. Dengan notasi dan lirik yang kuat, lagu ini menjadi salah satu dari beberpa single yang dijagokan dalam album ini. ”Setiap saya berduet atau berkolaborasi dengan teman-teman, mereka seperti memberikan nyawa baru bagi lagu yang saya ciptakan sehingga lagu tersebut terasa lebih hidup dan bermakna,” tutur Opick.

Pada lagu Ya Rasul, Opick berduet dengan pelantun shalawat Wafiq Azizah, seorang penyanyi remaja yang pernah menorehkan prestasi sebagai qoriah cilik internasional terbaik. Opick juga berkolaborasi dengan tim nasyid Pandawa Lima dalam lagu Teranglah Hati yang diaransemen dengan nuansa Melayu.

Dalam lagu Bismillah, sebuah lagu upbeat yang ceria dan bernuansa tahun 80-an, Opick mengajak fans anak-anak untuk turut bersamanya mengucap nama Allah setiap memulai segala yang baik. Lagu Irhamna yang merupakan single pertama dari album yang diproduksi ini akan menjadi lagu tema sinetron berjudul Istri Kedua. Selain itu, ada beberapa lagu dalam album ini yang juga menjadi lagu tema sinetron yaitu lagu bertajuk Takdir dan Taqwa.

Menurut Santi, ciri khas dan kekuatan lagu-lagu Opick ada pada kelugasan notasi, lirik musik yang lembut dan menyejukkan, syair yang ditulisnya sendiri serta pada karakter suaranya yang kuat.

Penyair Taufik Ismail menilai syair-syair lagu Opick sederhana tapi tema yang digarapnya bisa beraneka ragam. ”Sederhana tapi asyik,” kata Taufik yang mengaku sangat tertarik pada 25 Rasul.

Musik dan lagu bergenre religi Islami sudah mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia sejak dulu, sejak kemunculan Bimbo di era 1970-an. Pada era 1980-an muncul Rhoma Irama dengan grup Soneta, serta Ebiet G Ade dan Oddie Agam. Pada era 1990-an, Novia Kolopaking dengan lagu Menyebut Nama Allah meledak di pasaran.

Kemudian, muncul Hadad Alwi, Sulis, Neno Warisman, Iis Dahlia, Rita Effendy, Snada, Pandawa Lima, Debu, Raihan, Baim, Yovie Widianto, Marshanda, Ita Purnamasari, Tasya, Krisdayanti dan Melly Goeslaw serta grup musik Warna, Cokelat dan Gigi yang cukup sukses dengan albumnya yang bertajuk Raihlah Kemenangan (2004 dan 2005).

GIGI melakukan terobosan sukses. Lagu Tuhan dan Rindu Rasul (Sam Bimbo, Taufik Ismail), Ketika Tangan dan Kaki Berkata (Chrisye, Taufik Ismail), dan Perdamaian (Nasyida Ria), menjadi populer kembali di tangan GIGI dalam irama rock.

Menurut Assistan Promotion Manager Sony BMG, Sundari, kesuksesan GIGI membuat Sony BMG kembali mengeluarkan album terbaru bernuansa religi Islam bertajuk Pintu Surga yang akan dirilis pertengahan September 2006. GIGI, yang pernah mendapat Anugerah Syiar Ramadhan dari MUI, dalam album ini mengambil warna dangdut populer, Bang Thoyib, namun kemudian liriknya ditulis ulang oleh Taufiq Ismail dan aransemen musiknya dirombak jadi sangat ngerock.

Untuk promosi album Pintu Surga akan diadakan Ramadhan Tour ke daerah-daerah seperti tahun lalu. GIGI juga akan menampilkan lagu lama. ”Meskipun masih mengusung konsep daur ulang, namun pada album ini kami juga menyisipkan lagu yang seratus persen lagu religius GIGI,” ujar vokalis Armand Maulana.

Menurut Sundari, Sony BMG juga akan kembali merilis ulang beberapa album lawas bernuansa Islami yang pernah meraih sukses, yakni Dua Belas Lagu Islami Terbaik, Raihlah Kemenangan (Repackge), Tasya dan Tembang Lebaran. ”Penjualan album-album Islami di Ramadhan cukup bagus,” ujarnya. ”Album Gigi, Raihlah Kemenangan, tahun lalu terjual sampai 200 ribu keping.”

Sukses album-album Islami, tambahnya, karena musik dan liriknya mudah diterima masyarakat luas. Selain itu, tidak termakan jaman. Albumnya selalu dapat kembali dijual setiap Ramadhan. Dwiki Darmawan sependapat bahwa musik-musik Islami lawas sampai sekarang masih enak didengar, sehingga selalu mendapat pasar. Lagu-lagu Bimbo, misalnya, tetap enak dan tidak basi dari waktu ke waktu.

Sukses juga pernah diraih Hadad alwi dan Sulis lewat album produksi Studio Cinta Rasul, yakni Cinta Rasul (1 dan 2, 1999) yang masing-masing mencapai angka penjualan 1,3 juta keping. Sukses itu terus berlanjut ke album-album berikutnya, seperti Seribu Salam bagi Rasul (2000), Cinta Rasul 3 (2001), dan Cinta Rasul dalam Orchestra (2005).

Dwiki, yang menjadi salah satu arranger album Sulis with Orchestra, melihat fenomena musik-musik religi Islam berkembang cukup baik dan bahkan dapat menjadi trend. ”Musik religi Islam memiliki kekuatan yang luar biasa, indah dan menyejukan,” ujar musikus yang pada Agustus lalu sukses menggelar konser musik orkestra religi Islam, Menembus Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *