Ekspresi Puisi dan Batik

S. Ika Sari
http://www.tempointeraktif.com/

Dalam kehidupan ada dorongan hati untuk terus tumbuh dan berkembang…
Itulah sepenggal larik dari puisi karya Tetet Cahyati Popo Iskandar yang berjudul The Spirit of Growth. Puisi yang ditulis pada 2005 silam itu ternyata membuahkan inspirasi manis bagi dunia fashion Tanah Air. Tak tanggung-tanggung, melalui beberapa puisi hasil karyanya, Tetet berhasil menorehkan sebuah lukisan menjadi sebuah batik tulis kontemporer. Ragam batik Indonesia pun seperti mendapat napas baru.

Mengusung tema “The Spirit of Growth”, putri dari almarhum pelukis R.H. Popo Iskandar ini menampilkan esensi dari setiap renungannya. Tentang kehidupan yang tidak boleh menyerah dan kalah, dalam jajaran karya seni berupa batik tulis abstrak.

Berbeda dengan ragam seni batik yang ada dan tumbuh di Tanah Air, dalam kreasinya kali ini, perupa dari Bandung itu benar-benar membebaskan diri dari pakem yang ada. Tetet tak lagi memilih corak-corak batik seperti sidomukti dan kawung dalam lukisannya, melainkan ungkapan-ungkapan manusia masa kini yang sesuai dengan dinamika di zamannya.

Perupa yang sudah menekuni seni batik sejak 2007 ini memilih bermain dengan garis, bidang dan ruang, serta campuran warna pada kain sutera yang sengaja dipilih untuk koleksinya ini.

Uniknya lagi, Anda tak akan melihat satu motif atau corak yang sama dari puluhan karyanya. Pasalnya, seluruh koleksi kain batik memiliki keunikan tersendiri, baik dari warna, gambar, pola, dan motifnya.

Seperti koleksi berjudul Cahaya Jiwa yang diambil dari judul puisi yang sama dan diciptakan pada 2002. Warna-warna cerah yang sudah dicampur dari warna asli seperti biru, hijau, dan merah menjadi pemandangan yang berbeda, namun tetap cantik. Tetet seolah ingin mengekspresikan pengertian cahaya dalam arti yang sangat luas kepada khalayak melalui karya-karyanya.

Konsep estetik lain melalui koleksinya yang berjudul Meliorism, juga merupakan penggambaran dari judul puisi yang sama dan diciptakan pada 2004. Nilai-nilai spiritual seperti yang tercermin pada puisi The Spirit of Growth menjadi tema dari rangkaian koleksi batiknya. “Dalam kehidupan ada dorongan hati untuk terus tumbuh dan berkembang.”

Bagi Tetet, puisi dan batik adalah dua hal yang serupa. Lewat media puisi, Tetet dapat menuangkan segala yang dirasakan, seia saat dia menorehkannya dalam seni batik tulisnya.

“Kepekaan dalam mengolah warna dan ruang sama dengan saat menangkap suasana yang tengah melanda hati ketika menulis puisi,” Tetet memaparkan panjang lebar di sela-sela peragaan pada akhir pekan lalu.

Melalui batik tulisnya kali ini, Tetet berharap lukisannya tidak berhenti menjadi sebuah pajangan belaka. Namun, bisa memperkaya dunia fashion Tanah Air dan khazanah seni batik Indonesia tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *