Gelar Doktor Honoris Causa untuk Taufiq Ismail dan Taufik Abdullah

Yurnaldi
http://kompas.co.id/

JAKARTA, JUMAT – Universitas Indonesia memulai babak baru dalam dunia akademis. Guna memberikan apresiasi kepada putra terbaik bangsa, penegak panji-panji peradaban, Sabtu (31/1) di Balairung Universitas Indonesia, Depok, dalam penyelenggaraan wisuda semester Gasal 2008/2009, Univeristas Indonesia akan menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Taufiq Ismail dan Taufik Abdullah.

Deputy Director Corporate Communicatiobs UI, Devie Rahmawati, kepada pers Jumat (30/1) mengatakan, penganugerahan gelar doktor honoris causa ini diberikan kepada para penegak panji-panji peradaban yang mewakili berbagai dimensi keahlian. Tradisi ini menekankan tidak hanya pada aspek temuan-temuan yang berbasis inteletual semata. “Namun, aspek rasa, soft skills, menjadi sebuah pertimbangan yang sama pentingnya,” katanya .

Devie memberikan ilustrasi, antologi puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail, sebagai sebuah karya sastra, mampu mencerahkan masyarakat akan kondisi sosial-politik pada tahun 1966, serta menggerakkan masyarakat dalam menyikapi dan bertindak terhadap fenomena sosial yang menghadang masyarakat pada masa itu. Karya-karya sastra tidak hanya sebagai alat rekam sejarah, namun juga mampu menjadi mesin perubahan masyarakat.

Demikian juga dengan sumbangan yang diberikan Taufik Abdullah, sebagai ahli sejarah. Keberadaan ilmuwan sejarah menjadi sangat signifikan, tidak hanya dalam upaya melukiskan masa silam, namun juga memikirkan sebuah penjelasan yang masuk akal mengenai apa yang terjadi pada masa silam. Tentunya, ha sil penelusuran sejarah tersebut, menjadi modal yang sangat berharga dalam pembangunan bangsa di masa datang. Berbagai pengalaman sejarah mampu menjadi kompas bagi para pemimpin negeri dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang berpihak pada realitas dan kemajuan bangsa.

Universitas Indonesia, sebagai univesitas yang menyandang nama Indonesia, diharapkan mampu menjadi motor peradaban dan kemanusian dalam mencapai kemajuan yang tidak abai pada keseimbangan antara orientasi nilai-nilai akademik, dengan moralitas dan seni, jelas Devie.

Untuk itulah UI memulai sejarah baru dengan memberikan penghargaan seluas-luasnya bagi anak bangsa yang memiliki integritas dan pengaruh yang signifikan dalam bidang pengabdiannya masing-masing. Semoga, penghargaan ini dapat merangsang lahirnya para pendekar-pendekar bangsa lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *