MUKJIZAT KOMUNIKASI DALAM ANTOLOGI “TAHI LALAT”

Maman S. Mahayana *

Salah satu ciri khas puisi adalah hadirnya apa yang disebut mukjizat komunikasi (the miracle of communication), begitu pandangan Cleanth Brooks, salah seorang tokoh penting dalam aliran kritik baru Amerika (the new criticism). Sebuah kekhasan yang ajaib; bagaimana sebuah kata atau serangkaian kata dalam puisi berpotensi menghadirkan sejumlah makna sesuai dengan konteksnya. Continue reading “MUKJIZAT KOMUNIKASI DALAM ANTOLOGI “TAHI LALAT””

Pemuja Durga

S Prasetyo Utomo
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

TIAP kali Danu melihat deras arus kali, ia ingin mencebur ke dalamnya. Ingin mandi di antara bebatuan sungai, bening air, dan lembut amis lumut batu. Setelah seharian berjalan meninggalkan rumah ?istri, lima anak lelaki, dua menantu, dan tiga cucu? Danu memerlukan tempat yang nyaman untuk tinggal. Lelaki tua itu mencapai desa di lereng gunung, dengan sungai mengalir bening, dan sebagian orang masih memuja arca Durga berlumut ratusan tahun di pelataran home stay tempat ia menginap. Continue reading “Pemuja Durga”

Membaca Tubuhmu

Candra Malik
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

ANGIN malam membangunkan bulu-bulu jagungmu, menyelinap ke balik rambut ikalku, memaksa kita bersidekap. Setelah asap terakhir menguap ke angkasa, tak ada lagi sigaret tersisa.

Tapi, kau tak kehabisan tawa. Masih ada senyum di bibirmu yang retak. Kau menghalau galau dengan sendau-gurau. Mulutmu nganga meniupkan sisa napas ke udara, menantang hawa dingin dengan suhu tubuhmu yang diserang demam. Continue reading “Membaca Tubuhmu”

Bahasa ยป