Bukan-Pasar

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

DI tiap pasar selalu ada yang bukan-pasar. Dan itu dibutuhkan. Ada pohon-pohon yang meneduhi kaki lima. Ada sumur di halaman belakang yang dipakai ramai-ramai. Ada peturasan untuk buang air siapa saja. Dan tak jauh dari sana, ada jalan raya dengan rambu-rambu lalu lintas.

Semua itu menopang kehidupan pasar itu, meskipun tak jadi bagian yang dikendalikan pasar dan kesibukannya: tak seorang pun bisa mengklaim pohon, kakus, dan rambu-rambu itu sebagai milik sendiri untuk dipertukarkan dengan milik orang lain. Continue reading “Bukan-Pasar”

Realisme Pramoedya Ananta Toer

Eka Kurniawan *
kompas.com

Sebagai salah seorang sastrawan Indonesia, menurut Umar Kayam, Pramoedya Ananta Toer merupakan seorang figur transisional. Umurnya di sekitar angka yang sama dengan kebanyakan sastrawan Angkatan 45, tetapi latar belakang pendidikan (di mana ia tidak termasuk yang bersekolah pada sekolah menengah Belanda) dan latar belakang budaya Jawa-nya yang begitu kuat, membuatnya berbeda dengan anggota lain kelompok tersebut. Continue reading “Realisme Pramoedya Ananta Toer”

Bila Nirwan Seorang Penyair

Ribut Wijoto
sinarharapan.co.id

Meski sama-sama wilayah kreatif, mungkin inilah takdirnya, penciptaan kritik sastra dan penciptaan puisi memiliki signifikansi keterbedaan. Keduanya menuntut ketekunan ataupun disiplin proses kreatif tersendiri.

Sejarah sastra Indonesia mencatatkan, banyak sastrawan yang sukses menulis kritik sastra. Kita memiliki Subagio Sastrowardoyo, Budi Darma, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Linus Suryadi AG. Continue reading “Bila Nirwan Seorang Penyair”

Filmisasi Karya Sastra

Raudal Tanjung Banua *
lampungpost.com

Diangkatnya novel laris ke layar lebar bukan fenomena baru. Dua dasawarsa lalu, novel-novel klasik sastra diangkat ke layar kaca:Siti Nurbaya (Marah Rusli) dan Sengsara Membawa Nikmat (Dt. Majoindo?). –lit

Pengangkatan karya sastra sedikit-banyak masih memperlihatkan hubungan “alamiah” film-sastra, setidaknya dari pilihan karya yang diangkat. Memang, aroma industri mulai tercium sejak dini. Hubungan pertama yang sangat alamiah dan tak terelakkan dalam proses filmisasi karya sastra tentu dalam hal skenario. Continue reading “Filmisasi Karya Sastra”

Bahasa ยป