Dicari, Penulis Sejarah Gaya Novel

Agnes Rita Sulistyawaty
kompas.com

Di zaman Orde Baru, kita seakan tidak diberi kesempatan untuk melihat sejarah dari sisi lain. Tanggal 30 September setiap tahun, misalnya, film Janur Kuning selalu diputar, untuk menggiring masyarakat memahami peristiwa yang terjadi tahun 1965 secara tunggal.

Tidak hanya film itu, buku sejarah yang dipakai di kelas-kelas pun menceritakan hal yang seragam tentang pemberontakan G30S/PKI. Continue reading “Dicari, Penulis Sejarah Gaya Novel”

Pramoedya Ananta Toer: Hasil Kerja Bangsa Ini…Korupsi

Pramoedya Ananta Toer, Triyanto triwikromo /Wawancara
http://www.suaramerdeka.com/

SIAPA bilang sastrawan Pramoedya Ananta Toer pikun? Jika pikun, pria kelahiran Blora, 6 Februari 1925 ini, pasti tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masa lalu. Jika pikun, pengarang tetralogi Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca ini tentu tidak mengingat sepatah pun kisah pelarangan karya-karyanya dan penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh tentara. Lalu, apa pendapat novelis yang berkali-kali dicalonkan sebagai penerima nobel kesusastraan ini? Berikut petikan perbincangan dengan dia di rumah asrinya, Jalan Warung Ulan, Bojong, Jawa Barat, belum lama ini. Continue reading “Pramoedya Ananta Toer: Hasil Kerja Bangsa Ini…Korupsi”

Pramoedya Ananta Toer: Dulu, Saya Tak Pernah Menyangka akan Menjadi Tua

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Kabar tentang terpilihnya Pramoedya Ananta Toer sebagai orang yang paling berpengaruh di Asia (selain Iwan Fals dari Indonesia) versi majalah Time ternyata ditanggapi dengan sangat biasa oleh yang bersangkutan. Menurutnya, pemilihan semacam itu adalah hak dari publik. “Saya memang sudah sering ditulis dan diwawancara oleh Time. Untuk kabar ini, saya belum membacanya, baru dengar dari wartawan,” ujarnya. Continue reading “Pramoedya Ananta Toer: Dulu, Saya Tak Pernah Menyangka akan Menjadi Tua”

‘Graffiti Gratitude’, Antologi Puisi ‘Cyber’?

Kuswinarto *
sinarharapan.co.id

Terbitnya buku Graffiti Gratitude (cetakan pertama: April 2001) atas kerja sama Yayasan Multimedia Sastra (YMS) dengan Penerbit Angkasa, Bandung, membawa perdebatan baru seputar peristilahan dalam bidang sastra Indonesia. Terbitnya buku bersampul ungu itu dibarengi dengan munculnya beberapa istilah baru, seperti ‘puisi cyber’, ‘penyair cyber’, ‘sastra cyber’, dan ‘sastrawan cyber’ (dengan berbagai variasi penulisannya) yang membuat sementara orang bertanya-tanya merujuk ke mana istilah-istilah baru itu. Continue reading “‘Graffiti Gratitude’, Antologi Puisi ‘Cyber’?”

Abu Nawas Legenda Humor Penyair Islam

Heri Ruslan
http://www.republika.co.id/

Ilahi lastu lilfirdausi ahla wala aqwa ‘ala naril jahimi Fahab li tawbatan waghfir dzunubi fainaka ghafirud dzanbil adzimi.

Senandung syair yang menyentuh hati itu mengalun begitu merdu. Sembari menunggu datangnya shalat Maghrib dan Subuh, para jamaah shalat kerap melantunkan syair itu dengan syahdu di mushala dan masjid. Meski syair itu telah berumur hampir 11 abad, namun tampaknya tetap akan abadi. Continue reading “Abu Nawas Legenda Humor Penyair Islam”

Bahasa ยป