Sajak-Sajak Inggit Putria Marga

http://cetak.kompas.com/
tiga angsa

1. bulu putih
terapung sendiri di tepi rawa, mengitari hutan seroja, mencari-cari sisa purnama.

ia temukan wajah matahari yang menggenang sia-sia, koyakan luka daun-daun padma juga kodok yang begitu dikenalnya. apa kabar anda? sapa angsa yang putih santan bulunya, kodok menyelam ke dalam rawa. pendaran air mengombang-ambingkan luka daun-daun padma, memecah wajah matahari Continue reading “Sajak-Sajak Inggit Putria Marga”

PUISI SEBAGAI KATA HATI (1)

Kegelisahan Sekjen Departemen Pertanian

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian, Memed Gunawan, M.Sc., Ph.D. meluncurkan dua antologi puisinya, Ladang Berselimut Kabut (Jakarta, 2005; xi + 74 halaman) dan Setangkai Padi, Seisi Negeri (Jakarta, 2005; ix + 85 halaman). Taufiq Ismail dalam Kata Pengantarnya, berharap: ?Betapa dahsyatnya kalau Sekjen-Sekjen Departemen lain juga menulis kumpulan puisi dalam bidangnya masing-masing.? Pertanyaannya kini: Apanya yang dahsyat? Continue reading “PUISI SEBAGAI KATA HATI (1)”

PUISI SEBAGAI KATA HATI (2)

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Konon, salah satu fungsi sastra adalah menjadikannya semacam katarsis: pelepasan emosi ketika berbagai masalah melimpah, bertumpuk-tumpuk, membebani, dan menghimpit segala gerak pikir dan gerak rasa kita. Sastra dapat melepaskan sebagian dari segala beban itu. Di samping itu, sastra ?dengan atau tanpa pretensi? sering juga dipandang sebagai ungkapan jujur dari perasaan yang terdalam. Continue reading “PUISI SEBAGAI KATA HATI (2)”

Bahasa ยป