Puisi-Puisi Abidah El Khalieqy

http://sastrakarta.multiply.com/
KERAJAAN SUNYI

Syair malamku
ke Sinai aku menuju
Tak terbayang kerinduan melaut
tak terpermai kesunyian memagut

Seperti bumi padang sahara
haus dan lapar mengecap di bibir
merengkuh mimpi saat madu terkepung lebah
kekosongan dalam tetirah

Padang padang membentang
melahap tubuhku tanpa tulang
dan kesana alamat kucari

Kerajaan Sunyi

2000

AKU HADIR

Aku perempuan yang menyeberangi zaman
membara tanganku menggenggam pusaka
suara diam
menyaksikan pertempuran memperanakkan tahta
raja raja memecahkan wajah
silsilah kekuasaan

Aku perempuan yang merakit titian
menabur lahar berapi di bukit sunyi
membentangkan impian di ladang ladang mati
musik gelisah dari kerak bumi

Aku perempuan yang hadir dan mengalir
membawa kemudi
panji matahari

Aku perempuan yang kembali
dan berkemas pergi

1991

PEREMPUAN YANG IBU

Perempuan yang ibu tak kan lahir
dari rahim bumi belepotan lumpur dan nanah
nurani berselubung cadar kegelapan
dan pekat bersama harapan
terkapar

Perempuan yang ibu lahir
dari buaian cakrawala
dari ukiran udara warna daun semesta
yang menyapa alam dengan bahasa mawar
atau kebeningan telaga

Tak ada matahari
luput dari jendela

1990

IBUKU LAUT BERKOBAR

Ibuku laut berkobar
gemuruhnya memanggil manggil namaku
di bukir purnama pepujian
berjalinan rindu memadat
menyala gelegak kasmaran
yang terus meruah
berkibar lembar gairah
mengiring bulanku singgsana
fitrahku kembali menghirup udara
dari persekutuan
embun baqa

Setetes cindramatamu
mengungguli istana seribu dewa
kuimani sudah

1989

SEKALI MATAHARIKU
DI TITIK ZENIT

Sekali matahariku di titik zenith
kabut memburai di pelupuk mata
tiupkan sang kala mengatom dunia
di atas inti materi
dan dzat ruh
kulangkahi serbuan yang lenyap
serentak melesat dalam gemuruh
tuntas dzikir
kembali kosong

Nol berhamburan
tetirah dari Kekasih

1988

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *