Puisi-Puisi Johannes Sugianto

http://www.kompas.com/
Gemah Ripah

dari jendela kereta kuhitung sawah
yang digenangi air mata petani
karena air irigasi makin mahal
dan pupuk terus meninggi

petani lebih sering menanam sepi
sembari menghitung hasil kerja yang merugi
sekilo gabah tak cukup untuk setakar beras
sedang perut anak isteri terus merintih

oalah…jaman apa ini
gemah ripah loh jinawi, kata pujangga
tinggal mimpi yang tak henti menepi
makmur cuma dinikmati mereka yang berkuasa
yang dengan bijak merundingkan pasal dan ayat di hotel
sambil mengelus paha mulus

aku terbangun dalam gemuruh roda kereta
kulihat masih ada air mata
di jutaan petani dan penggarap
sedang di mataku telah mengering
seiring masa depan yang garing

siang,24 agustus 08

Nak

Kau datang juga
Menyapa dan genggam jemariku

Lalu kita menari
diiringi gamelan, rebab, sitar, seruling
gemulai gerakanmu
rambutmu terurai
sebarkan wangi melati

jangan cepat berlalu,kekasih
kangen ini belum terpuaskan
selalu ingin kudekap kamu
seperti dalam mimpi-mimpiku

lambaian tangan
senyum manismu
membuatku cuma bisa terpana
dan berurai air mata

aku kangen kamu,nak

priok 02 maret 06-01 sept 08

Hadiah

kurayakan ulangtahunmu,
di atas luka rakyat di ujung sana,
tak ada kue lezat dan nyanyi bahagia.
semua tergantikan duka yang tak terkata,
jadilah hari jadimu menjadi nyanyi lara,
maafkan aku,nak.

bahagialah kamu meski tanpa acara meriah,
kamu tak kedinginan oleh angin malam,
juga tak takut oleh amarah alam.
bahagialah kamu meski tanpa tepuktangan,
sedang di tenda plastik teman-temanmu tanpa makanan,
secuil roti sudah jadi hidangan lumayan.

maafkan ayah yang sedang berduka,
dan tak punya uang untuk beli hadiah.

priok,06 juni 05

dilarang !!!

hidup di awan
tanpa melawan
nurani tertawan
banggahkah kau,kawan?

bukanlah cengeng
menangisi keadilan yang oleng
bukanlah berontak
jika berteriak saat kemanusiaan
terinjak

bukanlab berpolitik
jika memilih menjadi titik
bukannya menjadi koma
dan diingat sebagai menusia
yang tak mudah menyerah

hidup di bumi
menjaga nurani
agar tak jadi prasasti

: jika tidak lebih mati

Lbbulus,06 mei 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *