Taman Kota di Era Keemasan Islam

Sejak abad pertama hijrah, masyarakat Islam sudah mulai menghadirkan taman dan kebun di lingkungannya.

Heri Ruslan
http://www.republika.co.id/

Semrawut dan kumuh.Itulah gambaran suasana sebagian besar perkotaan yang dihuni masyarakat Muslim, saat ini. Tak heran, jika masyarakat Muslim kerap dikritik lantaran kurang begitu peduli terhadap alam dan lingkungan. Suasana perkotaan masyarakat Muslim masa kini ternyata sungguh kontras bila dibandingkan 10 abad silam. Continue reading “Taman Kota di Era Keemasan Islam”

Kebudayaan Pesisir sebagai “Liyan”

Majapahit danDemak Menjadi Bukti Nyata

Dody Wisnu Pribadi
http://cetak.kompas.com/

Kegagalan kebudayaan era Indonesia modern sesungguhnya punya jejak jelas. Hal itu karena kekuasaan yang tumbuh berbasiskan pedalaman telah meninggalkan basis kebudayaan pesisir. Padahal, sejarah Majapahit dan Sriwijaya serta era pertumbuhan Islam Demak di pesisir utara Pulau Jawa membuktikan kemajuan peradaban yang dicapai justru karena berbasiskan ekonomi dan politik budaya pesisir. Continue reading “Kebudayaan Pesisir sebagai “Liyan””

Kedudukan Sastra Pesisir

Uniawati, S.Pd.
kendaripos.co.id

Jika kita menyinggung perihal sastra pesisir, yang pertama akan terbayang dalam benak kita adalah suasana pesantren atau suasana islami. Keadaan ini dimungkinkan oleh pemahaman kita mengenai sejarah perkembangan Islam di tanah air. Pada awalnya, perkembangan islam yang paling besar terjadi di sekitar daerah-daerah pelabuhan. Dalam hal ini wilayah pesisir ikut menjadi sasaran terjadinya perkembangan Islam. Proses penyiaran islam yang dilakukan kala itu salah satunya dilakukan melalui karya-karya sastra. Banyak karya sastra yang sengaja diciptakan untuk penyiaran agama Islam. Melalui karya-karya sastra itu, maka penyebaran agama Islam dapat menjadi lebih efektif. Continue reading “Kedudukan Sastra Pesisir”

Bahasa ยป