Pionir Pamong Papua, Sebuah Kesaksian

Amiruddin Al Rahab*
http://oase.kompas.com/

Proses peralihan kekuasaan di Papua dari Belanda ke Indonesia di mata elite-elite Papua tampak begitu panjang dan tersirat menekan perasaan. Ketika kekuasaan Indonesia hadir, sebagai Pamong Praja yang dididik Belanda secara modern untuk membangun politik dan pemerintahan dengan etos kerja keras, mereka ini seperti anak ayam kehilangan induk didadak oleh rajawali. Continue reading “Pionir Pamong Papua, Sebuah Kesaksian”

SERENADA SEBUAH PERPISAHAN

Dodiek Adyttya Dwiwanto
http://oase.kompas.com/

Hei, mau dibawa ke mana aku? Halo, semuanya! Aku mau dibawa ke mana? Hei, semuanya!

Kok, tidak ada yang mendengar ya? Apa suaraku kurang keras? Padahal biasanya teriakanku cukup lantang. Puluhan tahun yang lalu, saat masih gadis, aku pernah ikut jadi Pasukan Pengibar Bendera. Jadinya yang namanya teriak, sudah sering aku lakukan. Apalagi kemudian saat menikah, aku memiliki empat anak, dua di antaranya lelaki yang nakalnya minta ampun. Kalau aku tidak berteriak-teriak, mereka tidak akan berhenti bermain. Tidak akan mau pulang ke rumah, meski hari telah magrib. Continue reading “SERENADA SEBUAH PERPISAHAN”

Kereta Bayi

Ida Ahdiah
http://www.jawapos.com/

Ayu memberitahu Danil, seharian ia akan bersama Sophie yang punya kereta bayi bermerek dan bermodel sama dengannya. Warnanya merah muda, kendati bayi Sophie laki-laki. Ayu dan Danil sempat berdebat soal warna itu. Tapi kemudian mereka berkesimpulan, keliru mereka berdua menganggap merah muda hanya untuk perempuan. Lihat, warna-warna kemeja, dasi, topi, sapu tangan untuk laki-laki ada juga yang pink! Continue reading “Kereta Bayi”

Bahasa ยป