Mimpi Kemakmuran Indonesia

Judul : The Indonesian Dream
Penulis : Sulastomo
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal : x + 174 halaman
Peresensi: Satmoko Budi Santoso
http://www.kr.co.id/

MENJELANG pemilihan presiden mendatang, bursa perbukuan di Indonesia diramaikan oleh maraknya calon presiden (capres) yang muncul. Banyak buku yang mengupas tuntas perihal berbagai aspek yang bersangkut-paut dengan masalah visi dan misi capres. Misalnya, buku-buku tentang konsep kemakmuran rakyat ala capres Prabowo Subianto dan lain sebagainya.

Terbitnya buku ?The Indonesian Dream? karya Sulastomo yang merupakan kumpulan sejumlah artikel koran sejak tahun 2005 ini adalah salah satu potret yang cukup lengkap tentang problem kemakmuran yang ada di Indonesia dan tetap belum terselesaikan sampai saat ini. Artinya, tantangan riil untuk memajukan Indonesia dengan sejumlah tuntutan kemakmuran rakyat masih tetap menghadang. Nah, apakah para capres tersebut membaca buku ini sehingga setidaknya mengetahui sejumlah masalah yang sekiranya mungkin saja tetap tak mereka ketahui secara mendalam dan akurat? Oleh karena itu, sekalian bisa dicarikan solusinya bagi masyarakat?

Secara sistematis, buku ini terbagi menjadi tiga bab, masing-masing sub bab berjudul (1) Sistem Jaminan Sosial dan Kesejahteraan Rakyat, (2) Belajar dari Para Tokoh, dan (3) Gerakan Jalan Lurus. Pada sub bab yang pertama banyak mempersoalkan tentang konsep-konsep kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, demokratisasi, pluralisme agama, dan perihal otonomi daerah. Sedangkan pada sub bab kedua mempersoalkan perihal potret tokoh-tokoh dunia yang merupakan inovator perubahan sosial karena jasa pemikirannya seperti misalnya Bung Karno, Deng Xiaoping, Gorbachev, dan lain sebagainya. Sementara itu pada sub bab ketiga lebih mempersoalkan tentang manifes jalan lurus yang dimaksudkan sebagai gerakan percepatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, yang di antaranya dirumuskan dan dinyatakan oleh sejumlah tokoh di Indonesia, misalnya Ahmad Syafii Ma?arif, Solahudin Wahid, J Kristiadi, Winarno Zein dan lainnya.

Buku ini sebenarnya merupakan rumusan yang amat komprehensif perihal masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia di era belakangan ini. Artinya, sebenarnya tidaklah susah mencari-cari masalah atas Bangsa Indonesia karena jika melongok buku ini saja maka akan ketemu dengan mudah. Persoalannya adalah apakah memang sejumlah solusi yang jitu dipersiapkan untuk menjawab sejumlah problem bangsa yang sudah akurat terumuskan di dalam buku ini? Inilah persoalan yang fundamental.

Bagaimana kehidupan masyarakat miskin itu kelak di kemudian hari? Tentu saja, entahlah. Artinya, program-program penanganan kemiskinan itu jelas masih sangat bersifat trial and error (hal 67).

Tentu, ini tinggal kebijakan pemerintah saja. Maunya membikin proyek ?asal-asalan? asal tetap untung banyak atau berusaha mendidik masyarakat supaya jangan hanya bermental ditolong saja. Tapi harus bangkit dari persoalannya sendiri dengan pancingan pekerjaan yang membuatnya memikirkan kelanjutan pekerjaan tersebut. Tidak hanya instan dan temporal saja. Kesemuanya itu sungguh terpulang kepada kaum penentu kebijakan tersebut, yang memang terasumsikan cukup data dan pengalaman. Karena kenyataan toh mereka mendapatkan kesempatan untuk studi banding sampai ke negara-negara tertentu.

Secara tak langsung buku ini ingin menagih komitmen hasil studi banding atau apa pun yang berkaitan dengan kinerja para penentu kebijakan kemakmuran di Indonesia, apakah sanggup menjawab problem kompleks yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Atau memang, kesemuanya itu tetap saja hanya akan menjadi mimpi di siang bolong bagi kenyataan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia yang entah kapan bakalan sungguh-sungguh ternikmati?

*) Direktur Lembaga Pemberdayaan dan Kreativitas ?Amarta? Bantul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *