Dongeng Eropa Kolaborasi Dua Bangsa

Ignatius Liliek
http://www.suarapembaruan.com/

Sastrawan, Sitok Srengenge tampil membacakan sebuah naskah berjudul “The Nightingangle” di Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, Jakarta, Rabu (12/3). Pertunjukan yang membacakan naskah dari sejumlah seniman ini merupakan kolaborasi antara Sastrawan, Sitok Srengenge, Dalang, Slamet Gundono serta Dutch Chamber Music Ensemble (DCME) sebagai pengiring musik. Continue reading “Dongeng Eropa Kolaborasi Dua Bangsa”

Dari “Teen Lit”, Kemasan Cantik hingga Banjir Karya

Catatan Akhir Tahun Sastra Indonesia 2005

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Menangkap angin perubahan masyarakat pembaca yang global dan variatif, tampaknya telah dijawab oleh para sastrawan, apalagi di Indonesia. Beberapa sastrawan telah berhasil membaca semangat di jalur konvensional ini, setidaknya berdamai dengan keinginan para pembacanya. Continue reading “Dari “Teen Lit”, Kemasan Cantik hingga Banjir Karya”

Pemuda dan Krisis Ideologi

Umaruddin Masdar
http://www.bernas.co.id/

R WILLIAM LIDDLE, ahli Indonesia dari Amerika Serikat, pernah menyatakan, membayangkan suatu masyarakat tanpa ideologi adalah sama dengan membayangkan suatu masyarakat tanpa konflik dan suatu bangsa tanpa harapan, suatu keadaan yang tidak akan ditemukan pada masyarakat kontemporer manapun (lihat R William Liddle, “Modernizing Indonesian Politics”, dalam Political Participation in Modern Indonesia, 1973: 177). Continue reading “Pemuda dan Krisis Ideologi”

BOLA DI KEPALA FILSUF

Bagja Hidayat
http://www.ruangbaca.com/

Hegel gagal memimpin para filsuf Jerman lainnya menundukkan pasukan pemikir Yunani yang dikomando Socrates. Gawang Jerman yang dijaga Leibniz bobol oleh tandukan Socrates yang mendapat umpan silang Archimedes di menit ke-89. Masuknya Karl Marx menggantikan Wittgenstein tak mampu mengembangkan permainan tim yang dilatih Marthin Luther itu. Gol tidak sah, Socrates dalam posisi off-side,? teriak Marx. Pertandingan yang dipimpin Confucius dengan hakim garis Santo Agustinus dan Santo Thomas Aquinas itu keburu berakhir. Continue reading “BOLA DI KEPALA FILSUF”

Pes

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/i

Albert Camus, pengarang yang menulis La Peste tak bisa menerima front pembebasan nasional Aljazair yang melempar bom ke khalayak kulit putih sipil. Camus menolak politik dan mendukung moralitas. (ctp)
SAYA pernah berkenalan dengan seorang profesor yang punya anjing besar dan pacar Prancis yang cantik di sebuah kota di Australia. Mereka (kecuali anjingnya) tampaknya selalu punya perhatian biarpun sedikit, tentang cendekiawan Indonesia dan keanehan-keanehannya. Dalam suatu jamuan makan, sang pacar Prancis berkata tentang salah satu keanehan itu, “Saya heran bahwa Anda di Indonesia sangat menyukai Albert Camus.” Continue reading “Pes”

Bahasa ยป