Membongkar Kontroversi Kopi dan Rokok

M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S.*
http://www.jawapos.com/

Setelah rokok difatwakan haram, ketentuan hukum mengonsumsi rokok ternyata malah makin kontroversial dan simpang-siur. Tak hanya di masyarakat awam, di kalangan ulama yang tersebar di pelosok Tanah Air pun kian kentara tak adanya kebulatan sikap ihwal pengharaman rokok. Uniknya, dari balik bilik pesantren sendiri, ternyata rokok (dan kopi) justru akrab dikenal sebagai sajian khas yang, andai tanpa keduanya, suasana terasa hambar. Boleh jadi, kita memang tak lagi asing dengan fenomena kalangan pesantren yang ”kecanduan” pada rokok. Continue reading “Membongkar Kontroversi Kopi dan Rokok”

Kartini dari Negeri Kanguru

Fabiola D. Kurnia*
http://www.jawapos.com/

Kita tidak pernah membayangkan bahwa dari Negeri Kanguru telah lahir seorang Kartini. Itulah Molly Werner Bondan, wanita Australia yang hijrah ke Indonesia mengikuti sang suami, Mohammad Bondan. Dia rela meninggalkan tanah kelahirannya dan memilih menetap di Indonesia. Molly terbang dari Darwin pada 12 November 1947 menuju Surabaya untuk membuktikan seluruh bakti dan nasionalitas keindonesiaannya. Continue reading “Kartini dari Negeri Kanguru”

EKSPERIMENTASI DALAM SYUMUL KARYA AZMAH NORDIN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sastra berurusan dengan imajinasi. Fakta dalam realitas pun menjadi fiksi dalam sastra. Oleh karena itu, kenyataan faktual dalam sastra menjadi fiksional, lantaran dunia sastra adalah dunia imajinatif. Bagaimana imajinasi membangun dan mengolah kenyataan faktual ke dalam sebuah dunia imajiner yang sesungguhnya lahir dari pengalaman, penafsiran, dan pemahaman pengarangnya atas realitas sosio-kultural. Realitas sosio-kultural inilah yang menjadi sumber segala karya sastra. Mengingat karya sastra begitu khas dan unik, lantaran adanya permainan imajinasi, maka usaha untuk memahaminya mesti berangkat dari karya sastra itu sendiri seba-gai sebuah teks yang mandiri dan otonom. Continue reading “EKSPERIMENTASI DALAM SYUMUL KARYA AZMAH NORDIN”

Elit yang Mengolah Alam

Hudan Hidayat

Tragedi bangsa Indonesia sebagai negara yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah, adalah abainya kebijakan negara yang membuat segenap warganya berpikir obsesif, bahwa untuk menjadi kaya dan sejahtera haruslah mengolah kekayaan alamnya dengan tangannya sendiri. Sehingga kita membangun dan tumbuh bukan semata berdasar pengetahuan (tehnologi) dan bantuan orang lain, tapi bertumpu dengan modalnya sendiri. Yakni sumber daya manusia Indonesia yang mengolah alamnya yang kaya raya. Continue reading “Elit yang Mengolah Alam”

Bahasa ยป