Dapatkah Sastra Eksil Berbicara?

Komarudin
http://www2.kompas.com/

SELAMA rezim Orde Baru berkuasa, ada larangan terhadap sejumlah karya sastrawan yang dituduh terlibat dalam G 30 S/PKI, sehingga karya-karya mereka tak terjamah oleh publik pembaca sastra Indonesia, termasuk sastra eksil.

Namun, belakangan ini perbincangan mengenai sastra eksil kian mengemuka yang diiringi dengan penerbitan sejumlah karya-karya mereka. Sebut saja Kisah Intel dan Sebuah Warung karya Sobron Aidit, adik kandung DN Aidit, Perang dan Kembang karya Asahan Alham, Di Bawah Langit tak Berbintang dan Menuju Kamar Durhaka karya Utuy Tatang Sontani, antologi Di Negeri Orang: Puisi Penyair Eksil Indonesia, karya Asahan Alham, Sobron Aidit, dan kawan-kawan. Continue reading “Dapatkah Sastra Eksil Berbicara?”

Korupsi Di Negeri Miskin

Judul Asli : Tanah API
Penulis : S. Jai
Penerbit : Pustaka Sastra LKiS Yogyakarta
Tahun : Cet. 1, Juni 2005
Tebal : xiv + 437 halaman (index)
Peresensi : Nur Hamzah*
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

“Kipang dalam hidupnya tidak pernah menemukan kedamaian selama hidupnya, sebelum kejahatan seperti perkara korupsi di negeri yang hilang ini ditumpas sampai akar-akarnya.”

Novel Tanah Api karya S.Jai tampaknya banyak mengurai pemikiran, ajaran, idiologi, peradaban dan kejahatan. Continue reading “Korupsi Di Negeri Miskin”

Bahasa ยป