Hudan Hidayat
Yang Relijius Dan Yang Profan
Sikap terhadap kehidupan dalam kaitan hari “kini” dan hari akan “datang”, sudah sepantasnya kita kembalikan kepada hekekat pengertian yang relijius dan yang profan itu sendiri.
Sebab dalam anggapan umum yang profan selalu berkait dengan yang fana – tubuh. Yang profan mengerucut kepada yang duniawi: hidup yang melayari arah-arah iseng, atau arah-arah ringan, atau arah-arah berat dari tiap nilai yang bertolak-tolak dengan kitab suci. di mana jiwa pejalannya seakan dianggap sebentang layar putih yang keciprat najis, dan karena itu mencitra hadirnya diri yang negatif. Continue reading “(1-2) angkatan sesudah 2000 – dunia tanda yang membelah diri”
