(1-2) angkatan sesudah 2000 – dunia tanda yang membelah diri

Hudan Hidayat

Yang Relijius Dan Yang Profan

Sikap terhadap kehidupan dalam kaitan hari “kini” dan hari akan “datang”, sudah sepantasnya kita kembalikan kepada hekekat pengertian yang relijius dan yang profan itu sendiri.

Sebab dalam anggapan umum yang profan selalu berkait dengan yang fana – tubuh. Yang profan mengerucut kepada yang duniawi: hidup yang melayari arah-arah iseng, atau arah-arah ringan, atau arah-arah berat dari tiap nilai yang bertolak-tolak dengan kitab suci. di mana jiwa pejalannya seakan dianggap sebentang layar putih yang keciprat najis, dan karena itu mencitra hadirnya diri yang negatif. Continue reading “(1-2) angkatan sesudah 2000 – dunia tanda yang membelah diri”

Karnivalesk

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Seorang pengamen, dengan rambut gondrong dan gigi gingsul, dengan jaket yang penuh ditempeli kancing bergambar, memainkan gitarnya di sebuah tepi jalan di Tangerang. Namanya Herdy Aswarudi. Dia calon legislator dari Partai Bulan Bintang. Menurut harian The Jakarta Post, ia bukan sedang cari duit derma; ia, seorang pangamen, sedang berkampanye. Continue reading “Karnivalesk”

Bahasa ยป