Belajar ‘Tango’ dengan Avi Basuki

M. Arman A.Z.*
http://www.lampungpost.com/

DARI segelintir penulis cerpen asal Indonesia yang menetap di luar negeri dan memublikasikan karya-karyanya di koran dan majalah dalam negeri, salah satunya adalah Avi Basuki. Dia punya latar belakang profesi yang kompleks.

Merintis karier sebagai peragawati, kemudian menekuni sinematografi, menulis cerpen dan memublikasikannya di media massa nasional, dan Agustus lalu menerbitkannya dalam buku kumpulan cerpen bertajuk Tango. Continue reading “Belajar ‘Tango’ dengan Avi Basuki”

Memberi Makna pada Yang Fana

Agus Noor *
jawapos.co.id

Sepertinya, ada yang hilang dalam Euro 2008. Drama! Saya sangat setuju dengan pendapat Robert Coover bahwa ada sifat teater dalam permainan bola. Lapangan adalah panggung dan pertandingan adalah alur dramatik berdurasi 2 x 45 menit plus injury time. Setiap pertandingan menjadi menarik karena menampilkan drama dan suspense berbeda. Sifat teater itulah yang membuat sebuah pertandingan semakin menarik bila memenuhi aspek dramatik di dalamnya. Itulah, yang sampai saat tulisan ini saya buat, terasa hilang di panggung Piala Eropa kali ini. Continue reading “Memberi Makna pada Yang Fana”

Main-Main, tapi kok Serius

Arif Zulkifli
http://majalah.tempointeraktif.com/

Renny merayakan ulang tahunnya dengan mementaskan Tumirah Sang Mucikari. Sebuah naskah kritik sosial dalam teater yang digarap dengan kurang bermain-main.
Tumirah Sang Mucikari
Sutradara : Renny Djajoesman
Skenario : Seno Gumira Ajidarma
Penata Musik: Fariz R.M.
Pemain : Renny Djajoesman, Budi Setiono, Ria Probo, Andi Bersama
Produksi : Teater Yuka Continue reading “Main-Main, tapi kok Serius”

(4) angkatan sesudah 2000 – dunia tanda yang membelah diri

Hudan Hidayat

Permainan Tafsir

Kita kembali kepada topik esai ini, yakni soal pengarang perempuan mutakhir: relijiusitas atau profan, yang saya coba luaskan dengan bandingan kepada pengarang lelaki juga.

Dalam pandangan taufiq ismail, pengarang yang tergabung dalam forum lingkar pena, rumah dunia atau bahkan organisasi nir laba yang menamakan dirinya sebagai boemiputera (wowok hesty prabowo, dan saut situmorang sebagai eksponen penting), berbekal ayat ayat suci formal, terutama taufiq ismail, Continue reading “(4) angkatan sesudah 2000 – dunia tanda yang membelah diri”

(3) angkatan sesudah 2000 – dunia tanda yang membelah diri

Hudan Hidayat

Pengarang perempuan di facebook

Perempuan yang menulis sastra ini, mendapat bentuknya yang lain saat saya mengamati sebuah dunia maya yang lain yakni facebook. Entah karena sistemnya yang lebih bisa bersahut-sahutan, di sini saya saksikan intensitas penulisan sastra dan respon mereka yang masuk dalam pertemanan facebook-nya lebih cepat terjadi dan lebih semarak. Continue reading “(3) angkatan sesudah 2000 – dunia tanda yang membelah diri”

Bahasa ยป