Masih Dipengaruhi Pembagian Kelas Sosial

Ratun Untoro
http://mdopost.com/

PEMEKARAN daerah baru digagas untuk mendekatkan institusi negara dengan rakyat serta memberi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Namun, tujuan itu tidak akan pernah tercapai jika cara menangani masyarakat masih disamaratakan. Daerah baru hanya akan memunculkan birokrat baru/pemerintah baru bukan pemerintahan baru/kebijakan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Continue reading “Masih Dipengaruhi Pembagian Kelas Sosial”

Kuburan Tak Seram Lagi bagi Landung

Saroni Asikin
http://www.suaramerdeka.com/

SEORANG lelaki yang menjalani laku pesugihan suatu malam harus menyempurnakan ritusnya dengan menggigit telinga mayat yang mati pada Selasa Kliwon (Anggara Kasih). Tapi apa lacur, segalanya hampir saja purna dilakukan andai saja tak ada anjing-anjing yang menyerbu ke arah dirinya dan mayat yang telah berhasil dibongkar dari liang lahat. Continue reading “Kuburan Tak Seram Lagi bagi Landung”

M. Irfan Hidayatullah, Identitas Lokal dan Hegemoni Pemikiran Barat

M. Irfan Hidayatullah, Agus Rakasiwi, Wawancara
http://pr.qiandra.net.id/

Kampus-kampus di Jawa Barat harus mulai memunculkan wacana lokalitas demi mengimbangi arus besar pemikiran barat. Tentu ini bukan sekadar keinginan menampilkan primordialisme. Juga lebih dari sekadar mewacanakan sebuah identitas. Mewacanakan tentang lokalitas bisa berarti menggali kembali khazanah pemikiran yang menjadi fondasi keberadaan sebuah entitas sosial. Continue reading “M. Irfan Hidayatullah, Identitas Lokal dan Hegemoni Pemikiran Barat”

Belajar Hidup kepada Sang Begawan

‘Immemorial’ Kuntowijoyo (18-9-1943 – 22-2-2005)

Bernando J. Sujibto *
lampungpost.com

SUDAH 2 tahun lebih khazanah sastra Indonesia ditinggal salah satu putra terbaiknya, yaitu almarhum Bapak Prof. Dr. Kuntowijoyo (18 September 1943–22 Februari 2005), yang telah menyumbangkan paradigma kritis tentang sastra profetik (prophetic literature), sebuah konsep sastra transendental di tengah kegersangan spiritualitas masyarakat dewasa ini. Konsep sastra profetik sejatinya akan menjadi salah satu embrio dalam sastra Indonesia dengan jalannya sendiri. Continue reading “Belajar Hidup kepada Sang Begawan”

Bahasa ยป