Ilusi

Kavellania Nona Pamela

“Kenapa belum tidur?” Tanya Kudo pada jendela chatting di YM.

Vella melirik jam pada dinding berwarna biru. Pukul setengah dua belas malam. Ia mendesah pelan, menahan semua rasa sakitnya. Ia tahu persis alasan mengapa belum juga pergi ke alam mimpi. Kali ini ia merasa hatinya seperti sedang disayat-sayat, degub jantungnya tak stabil menahan perihnya sayatan itu. Tapi tetap saja air matanya enggan untuk keluar padahal ia tidak sedang menahan tangis. Mungkin kemarau telah datang pada matanya atas kejadian ini. Continue reading “Ilusi”

In Memoriam

Goenawan Mohamad
majalah.tempointeraktif.com

Begitu banyak kematian, tapi pada kematian seseorang yang berarti, ada sesuatu yang lain dalam kehilangan itu: sebuah penemuan kembali.

Novelis Kuntowijoyo dan pelukis Semsar Siahaan meninggal pekan lalu, dengan sebab yang berbeda, di tempat yang berbeda. Populasi dunia kesenian Indonesia yang langka penghuni ini berkurang dengan tiba-tiba. Tapi kemudian kita tahu, kita ingat: mereka berkarya, dan tiap karya kreatif menolak ikut pertentangan hidup dengan mati. Continue reading “In Memoriam”

Bahasa ยป