Sunaryono Basuki Ks *
sinarharapan.co.id
Pada ”Temu Sastra Bali Nusra” yang diselenggarakan di Mataram tahun 1986, saya mengemukakan sebuah gagasan mengenai penegakan pusat alternatif bagi kegiatan berkesenian, terutama sastra. Saat itu, mungkin gagasan itu masih sangat relevan, karena kecenderungan para sastrawan terutama yang tinggal di luar Jakarta saat itu ialah menaruh kecurigaan yang berlebihan terhadap dominasi para pengasuh ruang budaya pada penerbitan Jakarta. Continue reading “Menegakkan Pusat Alternatif”
