SUASANA GELISAH DALAM PRIBADI PENGELANA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Konon, ketika seseorang begadang di padang lapang, berdiri sendiri kedinginan di ketinggian hamparan pegunungan, gemetar di tengah gelombang lautan atau terkucil asing di belantara rimba raya, ketakjuban pada alam bisa saja datang secara tiba-tiba dan serempak menguasai pikiran dan sekujur rasa kita. Saat-saat seperti itulah, seseorang bisa mendadak gamang, hanyut dalam pesona yang tak dipahaminya atau malah menambah beban pertanyaan pada sesuatu yang diyakini telah menjadi rahasia. Continue reading “SUASANA GELISAH DALAM PRIBADI PENGELANA”

Dunia Puisi dan Iman

Mashuri

“Tapi aku tidak bisa menulis puisi kalau engkau menjamu tuhan dengan membunuh yang lain”

Afrizal Malna, dalam puisi Taman Bahasa
Puisi jelas berbeda dengan iman, tapi kadang juga bertemu dalam sebuah perjumpaan mesra. Tapi jangan andaikan pertemuan itu seperti sendok dan garpu di sebuah piring di meja makan, karena pertemuan itu kadang bisa berupa ngengat dan kertas, paku dan kayu, bahkan bisa serupa minyak dan air. Meski bisa pula bertemu seperti sepasang kekasih di ranjang pengantin. Tentu semua itu terkendali dalam ruang kemanusiaan. Continue reading “Dunia Puisi dan Iman”

Bahasa ยป