Posted by PuJa on June 25, 2009
Mohammad Eri Irawan* http://www.jawapos.co.id/ (Sebab) kertas lebih sabar ketimbang manusia. Anne Frank menulis selarik kalimat itu di buku hariannya pada 20 Juni 1942. Ia datang bukan sebagai orator yang menggebu bicara kemanusiaan. Ia bukan panglima militer, ekonom, fisikawan, atau atlet legendaris. Tapi, bertahun-tahun sesudah kematiannya, orang ramai tetap tak pernah lupa: kisahnya terus terekam lewat [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Doan Widhiandono* http://www.jawapos.co.id/ BETUL, jangan baca buku ini! Sebab, isinya memang bukan tulisan, bukan rangkaian huruf dan jalinan kata yang harus dibaca. Materi utama buku karya Iwan Nurdianto alias Iwan Iwe ini adalah gambar kartun yang dinikmati dengan cara dilihat. Jumlahnya 139 buah. Dan, sesuai judul buku, penulis berharap bahwa buku tersebut bisa membuat pembacanya [...]
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Yurnaldi http://oase.kompas.com/ Pendidikan formal yang berkaitan dengan bahasa dan kebudayaan harus ditata sedemikian rupa, sehingga mampu menawarkan dan memperkenalkan sebanyak mungkin hasil kebudayaan seperti dongeng kepada sebanyak mungkin khalayak lewat bahasa Indonesia.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on June 24, 2009
JALAN SUNYI Adalah malam dengan kesunyian maqâm yang penuh dengan renungan tempat istirah para Nabi hati yang menapaki langit suci membelah, menggapai puncaknya tertinggi Seperti kapas putih tertiup angin memasuki pintu surgawi seakan tengelam dalam anggur para wali, memabukkan bersikan diri ciptakan ketenangan hati
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
Maman S. Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Dodong Djiwapradja, Kastalia, (Jakarta: Pustaka Jaya, 1997), xiii + 117 halaman Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, nama Dodong Djiwapradja tidaklah terlalu menonjol dibandingkan Ajip Rosidi, Toto Sudarto Bachtiar atau Ramadhan KH. Meskipun demikian, Ajip Rosidi menempatkan Dodong sebagai salah seorang penyair Indonesia terkuat pada tahun 1960-an, di samping Rendra. Kiprahnya sendiri sebagai [...]
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Gita Pratama http://www.kompas.com/ Dengan langkahnya yang mantap setelah ia meninggalkan senyum tipis, ia membalikkan tubuhnya dariku. Tapi tak segera kutemukan guncang dipundaknya. Ia meninggalkan malam yang hambar begitu saja. Kemudian langkahnya semakin melebar ketika terdengar ricuhan bintang yang sedang mabuk, menirukan tangis hewan malam yang sengau di telinga. Perempuan itu telah memutuskan untuk memilih pergi [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
http://www.kompas.com/ Pondok Bambu Ada yang menggeletar di lembah lembah duka Kisah tentang cinta di sebuah rumah bambu Dengan hiasan dinding kayu Pondok kecil di tengah hutan Dekat dengan sungai yang lupa hulu
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
Hudan Hidayat http://ruangbelajar-crystalistgita.blogspot.com/ Andai-Andai Anak Pedagang remote: Jika nanti aku besar Kujual sebuah remote warna perak Hentikan lalu lalang manusiamanusia hilang Agar tak lagi sibuk merubah channel Kejar tayangan tivi warna suram terang Lantas menggambar saja sendiri, mimpi
Filed under: Canting
Posted by PuJa on June 23, 2009
Tengsoe Tjahjono* http://www.surabayapost.co.id/ (1) Sastra Jawa Timur tentu tidak dapat dipandang sebelah mata dalam konstelasi sastra Indonesia. Banyak pengarang besar seperti Budi Darma, Zawawi Imron, Nirwan Dewanto, Ratna Indraswari Ibrahim, dan sebagainya berkarya dan berkembang dari wilayah ini. Belum lagi para pengarang dan kritikus muda seperti Shoim Anwar, Mashuri, W. Hariyanto, dan sebagainya yang tulisan-tulisannya [...]
Filed under: Esai