nirwan dewanto – langkah ulung seorang penyair

Hudan Hidayat

tipografi adalah kode bagi sebuah puisi. Seorang penyair meletakkan larik-larik puisinya dengan cara tertentu, membentuk bait-bait puisi. Bait-bait yang menjadi unit-unit pemaknaan bagi pembaca. Tapi pembaca bisa memainkan kode yang disusun penyair. Dalam semangat kebebasan yang memberontak dari setiap konvensi dari dunia puisi -konvensi tipografi. Continue reading “nirwan dewanto – langkah ulung seorang penyair”

nirwan dewanto – perenang buta yang tak ulung

Hudan Hidayat

Bentuk Puisi, Peletakan Puisi

Puisi bukanlah semata soal bentuk, suatu cara menyusun kata, di dalam puisi. Tapi puisi adalah soal makna dari kata-kata yang ditimbulkan, dari cara menyusun puisi. Tapi bentuk dan isi, sebagaimana di dalam genre sastra lainnya, adalah seolah roh dan badannya. Atau seakan sperma dengan indung telurnya. Continue reading “nirwan dewanto – perenang buta yang tak ulung”

Capres

Putu Wijaya
http://www.jawapos.co.id/

Saya sedang sarapan pagi di sebuh hotel di Pulau Bintan, ketika seorang lelaki tampan dan kekar menghampiri. Ia tersenyum sehingga saya tidak sanggup berbuat apa-apa, ketika dia menarik kursi dan menanyakan apa dia boleh bergabung.

”Bapak tidak kenal saya, tapi siapa yang tidak kenal Bapak,” katanya sambil menyodorkan sebuah kartu nama yang sangat meyakinkan. Continue reading “Capres”

Mari Menulis Buku Harian

Mohammad Eri Irawan*
http://www.jawapos.co.id/

(Sebab) kertas lebih sabar ketimbang manusia. Anne Frank menulis selarik kalimat itu di buku hariannya pada 20 Juni 1942.

Ia datang bukan sebagai orator yang menggebu bicara kemanusiaan. Ia bukan panglima militer, ekonom, fisikawan, atau atlet legendaris. Tapi, bertahun-tahun sesudah kematiannya, orang ramai tetap tak pernah lupa: kisahnya terus terekam lewat buku dan film, pasase-pasase di buku hariannya lekat di ingatan. Continue reading “Mari Menulis Buku Harian”

Bahasa ยป