Posted by PuJa on September 23, 2009
Maman S. Mahayana http://www.infoanda.com/ Dalam kentalnya warna lokal, cerpen La Runduma karya Wa Ode Wulan Ratna berhasil memenangkan juara pertama Sayembara Menulis Cerpen Creative Writing Institute (CWI) 2005. Cerpen yang mengangkat tradisi unik etnis Buton, khususnya tentang peristiwa upacara posuo ritual dalam tradisi pingitan adat keraton Buton itu sekaligus mewakili dominannya warna lokal pada hampir [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Pringadi AS http://reinvandiritto.blogspot.com/ Engkau selalu seolah paham: aku adalah makhluk paling kelam. Kulitku yang hitam legam setidaknya telah menjadi salah satu parametermu dalam menilaiku. Matamu bahkan akan selalu terpicing saat aku dengan pakaianku yang sudah compang-camping ini melewati rumahmu. Padahal aku tak pernah menganggumu. Tak pernah mengusikmu. Tapi selalu saja engkau mengusirku pergi, melemparku dengan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Judul: Ular di Mangkuk Nabi Penulis: Triyanto Triwikromo Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Cetakan: Pertama, Juni, 2009 Tebal: xi + 163 halaman Peresensi : Saifur Rohman* http://suaramerdeka.com/ DALAM alur sejarah kepengarangan Triyanto Triwikromo, kiranya kumpulan cerpen Ular di Mangkuk Nabi (Gramedia: 2009) merupakan produk dari proses kreatif jilid kedua.
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on September 21, 2009
Budhi Setyawan http://budhisetyawan.wordpress.com/ Pada tanggal 30 Juli s.d 2 Agustus 2009 diadakan acara Temu Sastrawan Indonesia II di kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Pertemuan tersebut merupakan rangkaian dari pertemuan serupa setahun sebelumnya di Jambi. Tema TSI II adalah Sastra Indonesia Pascakolonial; dengan beberapa subtema: (1) Merumuskan Kembali Sastra Indonesia: Definisi, Sejarah, Identitas; (2) Kritik Sastra [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on September 19, 2009
Gunoto Saparie* http://www.infoanda.com/ Republika Suatu hari Melani Budianta mengeluh. Daerah-daerah di Indonesia, kata dia, memang sangat kaya dengan beragam budaya, tetapi sayangnya masih sedikit pengarang sastra subkultur atau sastra lokal yang menuliskan kekayaan tersebut. Padahal sastra subkultur dapat mulai dikembangkan dalam komunitas-komunitas sastra.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Satmoko Budi Santoso http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/ DALAM rentang waktu mulai tahun 2000-an, kesusastraan Indonesia yang diharapkan mampu “tinggal landas” berkaitan dengan momentum pasar bebas, rasanya kurang begitu menunjukkan hasil. Dalam konteks ini adalah kesusastraan Indonesia yang mampu unjuk sampai ke level internasional. Oleh karena itu, eksistensi sastra Indonesia memang masih harus belajar keras agar mampu menembus ke [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Raudal Tanjung Banua http://www.lampungpost.com/ Di manakah posisi buku sastra ketika publik dan toko buku lebih bergairah menerima buku-buku “praktis” dan “instan”? Mengapa buku sastra “serius” kurang direspons publik dan distributor? Mengapa keberadaannya tersisih di rak tersembunyi toko buku, bahkan di laci-laci terkunci dan gudang belakang perpustakaan?—lead— MUNGKIN tidak ada yang menolak jika dikatakan bahwa dunia [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Judul : Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca sebelum Dikuburkan Penulis : An. Ismanto dkk. Penerbit: I : Boekoe, Yogyakarta Cetakan : 1, 2009 Tebal : 1001 hlm Peresensi : Halimatus Sa’diyah* http://www.lampungpost.com/ TIDAK mudah menelisik jejak kesusastraan Indonesia, dari era pra-kemerdekaan, kolonial, hingga sekarang era sastra kontemporer. Inilah yang dirasakan oleh An. Ismanto [...]
Filed under: Resensi