Getar Pengharapan di Perantauan

Siti Muyassarotul Hafidzoh*
http://oase.kompas.com/
Judul buku : Di Negeri Penjajah:
Orang Indonesia di Negeri Belanda, 1600-1950
Penulis : Harry A. Poeze
Penerbit : KPG Jakarta
Cetakan : 1, 2008
Tebal : 412 halaman

?Hidup yang tak dipertaruhkan, hidup yang tak dimenangkan.? Ungkapan Bung Syahrir ini sangat tepat untuk membaca hikayat orang Indonesia yang bertaruh di negeri perantauan: Belanda. Continue reading “Getar Pengharapan di Perantauan”

Nama Itu

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

PADA pertengahan abad ke 18, seorang yang menjelajah kepulauan ini?dan melihat penghu?ni?nya yang berkulit sawo matang seperti orang Polinesia?bertanya kepada diri sendiri: Apa nama manusia ini? Apa nama kepulauan yang mereka diami?

Kemudian pengelana Inggris itu, George Samuel Windsor Earl, memutuskan: ?Indu nesia?. Tapi segera ia berubah pikiran. ?Malayanusia? lebih baik, katanya. Ternyata sebutan ini pun tak lama. Seorang rekannya, James Logan, memilih nama ?Indonesia?. Continue reading “Nama Itu”

Mencegah Kepunahan Bahasa Ibu

Mahmud Jauhari Ali

Masih ingatkah Anda bahwa setiap tahun di Indonesia selalu ramai diperingati hari Ibu oleh bangsa Indonesia, baik di kota besar maupun di pedesaan. Di televisi pemerintah dan televisi-televisi swasta sering dimunculkan acara peringatan tersebut dengan serangkaian kegiatan yang pada intinya menghormati kaum ibu di Indonesia. Akan tetapi, dalam hal ini saya tidak sedang membahas hari ibu tersebut. Memang ada kaitannya dengan kata ibu, namun yang ingin saya bahasa adalah masalah bahasa ibu di Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya, terdapat tujuh ratus empat puluh enam bahasa ibu di Indonesia. Bahasa Banjar termasuk salah satu bahasa ibu tersebut. Continue reading “Mencegah Kepunahan Bahasa Ibu”

40 Hari Burung MERAK

Putu Wijaya
http://www.facebook.com/pages/Putu-Wijaya/43262432803

RENDRA
Pulang dari tahlilan 7 hari meninggalnya WS Rendra di Bengkel Teater, Citayam, pintu rumah saya terkunci. Saya terpaksa mengambil jalan samping. Di teras yang menghadap ke kebun saya tertegun. Pada salah satu kursi duduk sosok yang membuat darah saya tersirap.

?Mas??
Tak ada jawaban. Saya mencoba menenangkan perasaan. Malam sedang di puncaknya. Tapi ada dering jengkrik yang membuat saya tenang. Saya coba menerima kenyataan itu sebagai sesuatu yang wajar. Continue reading “40 Hari Burung MERAK”

CITRAAN DAN PENCITRAAN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Citra (image) itu gambaran yang dihasilkan kesan mental. Citraan (imagery) adalah bayangan visual yang hadir lantaran ada sesuatu yang menyentuh saklar memori untuk mengaitkannya pada sesuatu yang lain. Sebuah kata, simbol, atau benda tertentu yang merangsang memori membayangkan atau memisualisasikan sesuatu atau peristiwa, termasuk kategori pencitraan. Ia dihadirkan memori yang di dalamnya bersemayam berbagai pengalaman. Maka ketika kata atau simbol itu mencitrakan sesuatu, memori seketika menghidupkannya sesuai dengan pengalaman masa lalu dan pengenalan pada sesuatu. Continue reading “CITRAAN DAN PENCITRAAN”

Bahasa ยป