Wong Jawa

Bandung Mawardi
http://www.jawapos.com/

“Siapa saja yang ingin menjadi wong Jawa harus membaca dan menulis.” Kalimat dengan pesan imperatif ini disampaikan secara kalem oleh Suparto Brata dalam diskusi Wong Jawa Ilang Jawane di Solo pada 14 Juni 2008. Laku membaca dan menulis diklaim Suparto sebagai pengalaman jadi wong Jawa. Ungkapan relasional tentang wong Jawa dengan tradisi membaca dan menulis memang cukup mencengangkan pada hari ini, ketika sekian orang sibuk mencari definisi, memerkarakan identitas hibrida atau tafsir klise tentang takdir kekuasaan Jawa. Continue reading “Wong Jawa”

Lim Keng

Henri Nurcahyo *
jawapos.com

Kalau toh belum ada lukisan sketsa yang harganya melebihi lukisan nonsketsa, jangan dikira segepok uang mampu membeli lukisan Lim Keng.

Di negeri ini, pelukis yang setia dengan lukisan sketsa jumlahnya amat sangat sedikit. Dari jumlah itu, tidak ada satu pun yang sanggup menandingi Lim Keng. Jebolan ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) Jogja angkatan 1962 itu melukis dengan cara yang tidak biasa. Bukan dengan pena atau kuas, melainkan dengan mulut bekas botol cuka yang berisi tinta. Continue reading “Lim Keng”

Hemingway

Soeprijadi Tomodihardjo*
http://www.jawapos.com/

ERNEST HEMINGWAY (1899-1961) merupakan pengarang cerita pendek, novel, dan roman Amerika paling menonjol pada zamannya. Riwayat hidupnya memuat juga sejumlah puisi, namun puisinya jarang dikenal di ranah sastra dunia. Hingga akhir 1925, hanya muncul sekitar 25 puisi, yakni puisi-puisi remaja angkatannya. Dr Hans Bastian dalam pengantar untuk buku S?mtliche Gedichte -kumpulan puisi Hemingway terbitan Rowohlt, Hamburg-Jerman- mencatat, selain ke-25 puisi tersebut, ada 70 puisi lagi yang ditemukan, berupa coret-coretan atau catatan di kertas-kertas buram yang agaknya disisihkan begitu saja oleh sang pengarang. Namun, semua itu perlu diperhatikan jika kita ingin mengenal pribadi Hemingway seutuhnya. Continue reading “Hemingway”

Imajinasi

A.S. Laksana *
jawapos.com

Kalau Anda tidak memiliki ilmu Nabi Khidir, yakni membaca apa yang akan terjadi besok atau bertahun-tahun kelak, maka salah satu yang bisa Anda lakukan pada saat ini adalah berlapang dada. Maksud saya, dada Anda harus sungguh-sungguh lapang untuk mendengar, melihat, atau menghadapi segala kemungkinan; lidah Anda harus dijaga; pikiran Anda harus dipelihara agar tetap bugar.

Selanjutnya, jika Anda memiliki anak yang masih bersekolah, jaga ia baik-baik dan doakan semoga gedung sekolah tidak roboh menimpanya. Doa Anda sangat diperlukan oleh anak Anda, sebab gedung sekolah mudah roboh. Continue reading “Imajinasi”

Gemini yang Tersesat Waktu

Stefanny Irawan *
jawapos.com

Seiris bulan tergantung di langit ujung sebelah kanan jendela balkon. Seperti sepotong semangka pucat yang agak terlalu kecil dari penjual yang kikir. Beberapa kerdip bintang tercecer tak berpola di sekitarnya, layaknya remah-remah roti yang ditumpahkan kanak-kanak. Bagi sebagian orang, mestinya dini hari ini indah. Namun aku memandanginya dengan air muka hampa. Tak tahu mesti merasa apa. Kunaikkan lilitan selimut putih hotel di pingggangku, satu-satunya kain yang membebatku. Masih bisa kurasakan bau kulitnya di tubuhku. Kutoleh ia yang tertidur di pembaringan. Seandainya kau istriku. Continue reading “Gemini yang Tersesat Waktu”

Bahasa ยป