Menyambut Hari Pahlawan dengan Gemuruh Puisi

http://jurnalnasional.com/
Heri C Santoso

Tak dapat kuingkari
tak dapat pula ku hindari
Engkaulah pemimpin sejati
untuk negeri tercinta ini
Kutahu engkau tak semua
rangkaian masalah di mana
di sini di hamparan negeri tercinta
di negeri Republik Indonesia
……………….

BEGITULAH salah satu puisi berjudul Untuk Pemimpin Negriku yang dibacakan oleh gadis kecil bernama Intan Sari Oktaviani, 11. Siswa kelas 6 SDN 03 Batursari, Pucang Gading, Semarang, ini turut ambil bagian dalam acara bertajuk Panggung 1001 Puisi Anak Bangsa yang digelar oleh Dewan Kesenian Kota Semarang (Dekase), Senin (9/11).

Tak hanya Intan, ribuan orang yang berasal dari berbagai kalangan turut pula berpartisipasi dalam acara menyambut Hari Pahlawan, 10 November. Dalam acara yang digelar di halaman Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang itu, setiap pembaca puisi diberi kesempatan membacakan satu puisinya dengan memilih salah satu panggung dari 45 panggung yang tersebar di halaman TBRS Semarang. Mereka tampak bersemangat membacakan puisi-puisi itu.

Seperti Intan, siswa lain yang juga turut membacakan puisinya adalah Ersalina Wicitananda (16). Siswi SMAN 1 Semarang ini membacakan puisi berjudul: Sebait Kata.

Menurut Ersalina, dirinya sangat antusias dengan diadakannya pergelaran ini. Sebab pergelaran semacam itu dirasa meningkatkan kreativitas dan kecintaan terhadap Indonesia. “Saya sangat tertarik dengan tema yang disajikan. Apalagi kegiatan ini sangat jarang ada di Kota Semarang. Saya berharap kegiatan ini dilangsungkan rutin,” katanya.

Sementara itu, Supriyono, Guru SMPN 17 Semarang mengatakan, pihaknya mengirimkan 20 siswa untuk tampil dalam pergelaran pembacaan puisi tersebut. Dikatakan, sebagian besar puisi yang dibacakan adalah ciptaan siswa. “Dari 20 puisi yang ditampilkan, sekitar 65 persen hasil karya anak-anak sendiri. Sisanya puisi yang ditawarkan panitia, karena panitia tidak mengharuskan puisi yang ditampilkan adalah puisi-puisi karya para sastrawan terkenal,” kata Supriyono.

Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase), Marco Marnadi mengatakan, acara ini sebagai bagian untuk menggairahkan dunia kesenian di Kota Semarang, khususnya sastra. Juga sebagai bentuk tanggung jawab seniman dalam upaya menggugah rasa cinta terhadap bangsa. ?Terutama dalam momentum menyambut Hari Pahlawan,? kata kata dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip ini..

Jumlah peserta yang mengikuti pergelaran itu tercatat 1.515 orang. “Kami juga tidak melihat latar belakang peserta. Baik kalangan pelajar, mahasiswa, seniman, atau masyarakat umu, semua bebas menjadi peserta,” katanya.

Pergelaran pembacaan puisi tersebut juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) kepada Yayasan Kebudayaan Indonesia sebagai pemrakarsa. Rekor dengan nomor 3963/R.MURI/XI/2009 itu diberikan atas rekor Pemrakarsa Pembacaan Puisi dengan Panggung Terbanyak dengan 45 panggung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *