CROWD dan Horizontalisasi di Dunia Sastra

Wahyu Utomo
http://jurnalnasional.com/

SEBUAH media ibu kota beberapa waktu lalu memuat sebuah artikel panjang mengenai fenomena ?boom sastrawan?. Media itu menengarai munculnya para sastrawan dalam jumlah yang sangat besar dalam beberapa tahun terakhir. Menariknya, para sastrawan baru itu datang dari berbagai lapisan mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, ibu rumah tangga, pembantu rumah tangga, buruh-buruh pabrik, anak jalanan, pedagang pasar, dan sebagainya. Pokoknya semua kalangan, tak hanya para sastrawan kelas pujangga macam: WS Rendra, Danarto, Sutradji Calzoum Bachri, atau Putu Wijaya. Continue reading “CROWD dan Horizontalisasi di Dunia Sastra”

Ketakutan Sastrawan di Mata Taufik Ikram Jamil

Priska
jurnalnasional.com

Dalam ranah sastrawan Melayu, terselip salah satu nama Taufik Ikram Jamil. Figur yang sangat giat mengangkat kebudayaan Melayu mulai dari mendirikan Yayasan Membaca hingga mendirikan dan mengetuai Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR).

Taufik, demikian dia biasa disapa, sempat “melenceng” menjadi wartawan pada 1983. Namun pada 2002, kecintaannya pada dunia kesenian Melayu mengembalikan Taufik pada jalan yang telah membentuk darah dan dagingnya. Continue reading “Ketakutan Sastrawan di Mata Taufik Ikram Jamil”

Horison: Di Tengah Sengkarut Langit Sastra Indonesia

Rhoma Dwi Aria Yuliantri
http://jurnalnasional.com/

Pengantar
Tahun 2007 adalah seabad pers nasional. Tarikh ini dihitung sejak Medan Prijaji terbit pertama kali pada Januari 1907. Medan Prijaji adalah tapal dan sekaligus penanda pemula dan utama bagaimana semangat menyebarkan rasa mardika disemayamkan dalam dua tradisi sekaligus: pemberitaan dan advokasi. Dan dua kegiatan itu menjadi gong yang ditalu dengan nyaring oleh hoofdredacteur-nya yang paling gemilang di kurun itu: Raden Mas Tirto Adhi Surjo. Continue reading “Horison: Di Tengah Sengkarut Langit Sastra Indonesia”

PENJARAHAN DARI PEMBANGUNAN

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Tatkala pembangunan fisik ditingkatkan, sedang perbaikan jiwa diabaikan, berhati-hatilah penjarahan, tindak anarkis dari prodak demokrasi, hal pernah diramalkan Hegel. Insan-insan Indonesia giat bekerja, tekun menjadikan dirinya kaya. Seperti bangsa lain yang gemar kilatan mewah, merindu kecantikan luar, daya rayu memperbudak. Padahal K?tut Tantri pernah berkata; ?orang Indonesia itu para pelaku terbaik,? ketika melihat pasukan Bung Tomo menyamar sebagai anggota Palang Merang Internasional demi mengambil alat siar perjuangan. Continue reading “PENJARAHAN DARI PEMBANGUNAN”

Subjektivitas Sastra Perjalanan

Sjifa Amori
http://jurnalnasional.com/

Dalam sebuah literatur mengenai traveling atau perjalanan muncul perdebatan tentang unsur fiksi dan fakta dalam sebuah penulisan perjalanan. Tulisan di situs guardian.co.uk ini mengungkapkan bagaimana di awal abad ke-17, orang cenderung menjadi skeptis terhadap penulisan perjalanan.

Salah satu penyebab sikap skeptis ini adalah karena banyak pihak yakin Marco Polo yang menyebut-nyebut mengenai Great Wall China dalam tulisan perjalanannya ternyata tak pernah menginjakkan kaki di negeri tersebut. Dia dianggap menulis tentang situs bersejarah tersebut karena mendengar cerita dari orang lain. Continue reading “Subjektivitas Sastra Perjalanan”

Bahasa ยป