Kota Suci Penerang Peradaban

Muhammadu A.S*
http://www.jawapos.com/

ADA dua kota suci yang dirindukan umat Islam untuk selalu disinggahi. Yakni, Makkah dan Madinah. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah, dan di kota inilah Nabi Muhammad mulai menyebarkan risalah agamanya. Sedangkan Madinah menjadi persinggahan kedua Nabi, sehingga Islam semakin maju dalam menciptakan peradaban zaman. Nabi pun akhirnya dikuburkan di Madinah.

Karena keagungannya, kedua kota suci ini dikatakan sebagai al-haramain; dua kota suci yang diharamkan berbuat kejahatan dan kenistaan. Mustahil kiranya mau mengkaji jejak Nabi dan jejak Islam tanpa memahami secara mendalam atas seluk-beluk Makkah dan Madinah. Continue reading “Kota Suci Penerang Peradaban”

MENULIS CERPEN, MEMOTRET KEHIDUPAN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Pengantar
Bagaimanakah caranya menjadi seorang pengarang atau lebih khusus lagi, menjadi cerpenis? Dapatkah seseorang menjadi cerpenis atau sastrawan besar? Syarat apa saja yang harus dipenuhi agar dapat mencapai cita-cita tersebut? Siapa pun sesungguhnya dapat menjadi pengarang. Cara mencapai tujuan itu, juga bergantung kita sendiri. Tidak perlu modal atau biaya yang besar. Tak perlu juga berpikir tentang bakat. Seseorang yang menjadi pengarang sama sekali tak ditentukan oleh bakat. Continue reading “MENULIS CERPEN, MEMOTRET KEHIDUPAN”

Rainer Maria Rilke (1875-1926)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=321

Mawar,
ah penyangkalan belaka,
gairah pada yang tak terlelap
di sebalik begitu banyak Kelopak mata
(di batu nisan Rilke, 4 Des 1875 – 29 Des 1926).*

Sejarah hasrat riwayat tubuh, telah ada semenjak di kandungan ibu, pun jauh sebelum terciptanya bumi. Demikian penyair tidak dapat mengelak takdirnya, hadir seperti peralihan jaman, menggelinding tiada mampu menghindari. Continue reading “Rainer Maria Rilke (1875-1926)”

Membaca Cinta Seekor Singa Kurniawan Junaedhie

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

TUJUH puluh sembilan sajak Kurniawan Junaedhie terdapat dalam kumpulan sajak terbarunya, “Cinta Seekor Singa: Sajak-sajak 1974-2009”, terbitan Bisnis 2030. Dengan subjudul “Sajak-sajak 1974-2009” itu terang sudah kumpulan ini merupakan kompilasi, atau semacam rekam-jejak kepenyairan KJ dalam rentang waktu yang tak singkat, 35 tahun. Karena kompilasi, maka dalam “Cinta Seekor Singa” dimuat sajak-sajak yang tentu dimaksudkan KJ menjadi cerminan karya-karyanya di empat periode itu. Tampillah 10 sajak mewakili periode 1970-an, periode 1980-an 18, periode 1990-an 38, periode 2000-an 13 sajak. Pemuatan sajak-sajak itu berurutan sesuai periode penulisannya. Continue reading “Membaca Cinta Seekor Singa Kurniawan Junaedhie”

Bahasa ยป