Posted by PuJa on November 26, 2009
Adek Alwi http://www.suarakarya-online.com/ TUJUH puluh sembilan sajak Kurniawan Junaedhie terdapat dalam kumpulan sajak terbarunya, “Cinta Seekor Singa: Sajak-sajak 1974-2009″, terbitan Bisnis 2030. Dengan subjudul “Sajak-sajak 1974-2009″ itu terang sudah kumpulan ini merupakan kompilasi, atau semacam rekam-jejak kepenyairan KJ dalam rentang waktu yang tak singkat, 35 tahun. Karena kompilasi, maka dalam “Cinta Seekor Singa” dimuat sajak-sajak [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Riadi Ngasiran* http://dutamasyarakat.com/ Karya sastra yang berkualitas tak harus sesuai dengan selera pasar. Karya yang sesuai dengan kaidah kesusastraraan, yang memperkaya peradaban, belum tentu diminati oleh pihak penerbit profesional karena tak banyak menarik keuntungan. Bila ditilik dari sisi kuantitas karya-karya Pramoedya Ananta Toer tak seberapa memperoleh pasar dibanding dengan karya-karya populer yang diminati oleh pasar [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on November 25, 2009
Adhitya Ramadhan http://cetak.kompas.com/ Tasikmalaya dijuluki kota santri atau kota pesantren karena banyak sekali pesantren di daerah ini. Oleh pegiat sastra kota di tenggara kaki Gunung Galunggung ini, Tasikmalaya terus digaungkan sebagai kota sastra. Julukan ini, selain karena banyaknya sastrawan, juga mengacu pada banyaknya acara sastra yang di gelar di Tasikmalaya. Satu komunitas yang terbilang aktif [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Cerpen-cerpen Raudal Tanjung Banua Satmoko Budi Santoso* http://www.facebook.com/people/Satmoko-Budi-Santoso/1648033915 WILAYAH cerita bukanlah area yang memaksudkan dirinya menjadi tak bebas nilai. Wilayah cerita tetaplah berada di dalam koridor keterikatan ruang dan waktu, pengejawantahan aktualitas, dan sederet konvensi lain yang tak begitu saja melepaskannya sebagai fiksi. Wilayah cerita tetaplah mengemban visi dan ideologi tertentu, pandangan dan pesan moral, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on November 20, 2009
Fahrudin Nasrulloh * Gerombolan kadal merayap Kecemplung di seteko kopi Kebal-kebul dihembus asap Oi oi oi, dipelantingkan puisi Kumpulan puisi ini diterakan dengan judul Secangkir Kopi Pahit di Negri Kadal dari karya dua penyair: Saiful Bakri dan Sosiawan Leak. Kesan pertama saat membaca judul itu, saya ingin mengarung di pusaran kopi yang berlumpur-lumpur dengan racikan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Muhammad Tazli http://www.hariansumutpos.com/ Si Burung Merak kini telah kembali ke hutan. Ke alam yang lebih bebas baginya untuk terbang. Tinggallah bulu-bulu indahnya, bersama kita di sini. Sesuatu yang sulit untuk dilupakan maupun dihilangkan. Kita akan merasa memiliki setelah sesuatu telah hilang. Ungkapan ini tampaknya boleh dipinjam untuk hal ini. Ialah WS Rendra. Para sastrawan sangat [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Budi Darma* http://www.hariansumutpos.com/ DULU ada kecenderungan, profesi dan pendidikan itu sejalan. Karena itu, seseorang bisa menjadi pengacara karena mendapatkan pendidikan hukum. Dengan demikian, jangan heran kalau dulu ada ungkapan ‘’by training and by profession’’ karena pekerjaan seseorang tidak jauh amat dari pendidikannya. Namun, karena perkembangan zaman, seorang dokter bisa menjadi politikus, seorang sarjana sastra bisa [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Bertandang ke Rumah Buku dan Cafe Buku Indra Juli http://www.hariansumutpos.com/ Gerakan gemar membaca yang pernah gencar diserukan pemerintah. Sayangnya, masyarakat pecinta buku masih sulit mendapatkan buku berkualitas dengan harga murah. Tetapi di Rumah Buku dan Cafe Buku, penikmat buku bisa mendapatkannya plus pelayanan kafe. Empat sekawan, Eka Tarigan, Resi, Rani, dan Duma yang memimiliki kesenangan [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Maman S Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Dalam banyak buku yang membicarakan perjalanan sejarah kesusastraan Indonesia, nama Sitor Situmorang sering kali dikaitkan dengan prestasi kepenyairannya. Oleh karena itu, pembahasan terhadap antologi puisinya, jauh lebih banyak dibandingkan dengan pembahasan terhadap cerpen, drama atau esai-esainya. Sekadar menyebut beberapa di antaranya, periksa misalnya buku A. Teeuw, Tergantung pada Kata (1980: 32—40), [...]
Filed under: Esai