Mengenang Seniman Sejati Guru Gambang Gede Rai Jadi

Djesna Winada

Beranda

GURU Gede Rai Jadi (99) yang populer disebut Guru Gede Adi adalah salah seorang dari sosok seniman besar Bali, kelahiran Br. Tengah, Sempidi, Mengwi, Badung, yang sulit dicari padanannya. Ia meninggal dunia pada Minggu (13/12) malam karena usia uzur. Upacara nyiramin digelar Rabu (16/12) sore dan upacara pengabenan Kamis (17/12) lalu. Continue reading “Mengenang Seniman Sejati Guru Gambang Gede Rai Jadi”

Gemarlah Membaca, Maka Cerdaslah Bangsaku

Made Taro*

Beranda

JUDUL di atas seperti kata-kata yang biasa diucapkan tukang sihir. ”Gemarlah Membaca, Maka Cerdaslah Bangsaku”. Kalau disimak, judul itu mengundang banyak tanya, antara lain: tidak cerdaslah bangsaku, dan apakah bangsa Indonesia tidak gemar membaca?

Agar tidak memancing penafsiran yang melebar, sebaiknya kata “cerdas” itu dibatasi dengan pengertian: sempurna perkembangan akal budinya. Pengertian itu sangat kena kalau dihubungkan dengan keadaan yang melanda sebagian masyarakat Indonesia kini, yakni lunturnya rasa kekeluargaan, hilangnya kesantunan, dan kurangnya pengendalian diri. Continue reading “Gemarlah Membaca, Maka Cerdaslah Bangsaku”

Fungsi Sastra dalam Tradisi Bali

Nyoman Tusthi Eddy

Beranda

KALAU para tetua Bali di masa lalu (khususnya yang beragama Hindu) menyuruh anak-anaknya mempelajari sastra, maka yang dimaksud dengan sastra bukan saja Sastra Indah (Pigeaud via Darusuprapta, 1976), tetapi juga bahan-bahan tertulis lainnya. Sebagian besar bahan-bahan ini bersubstansi agama, moral, dan etika yang dimaksudkan sebagai acuan hidup bagi pembacanya. Jadi, ruang lingkup sastra dalam hal ini meliputi seluruh karya tulis, bukan hanya seni sastra. Continue reading “Fungsi Sastra dalam Tradisi Bali”

Ritual ke Ekonomi Spiritual?

Judul : Biaya Upacara Manusia Bali
Penulis : Made Sukarsa
Tebal : i-xiv, 69 halaman
Penerbit : Arti Foundation, Denpasar
Tahun : 2009
Peresensi : Wayan Gede Suacana*

Beranda

AGAMA Hindu yang dianut oleh sekitar 95% jumlah penduduk Bali memiliki tujuan hidup untuk mencapai keseimbangan dan kedamaian hidup lahir dan batin. Ketiga tujuan itu diwujudkan melalui pelaksanaan tiga kerangka kehidupan, yaitu tattwa atau filsafat, susila atau etika dan upacara atau yadnya. Continue reading “Ritual ke Ekonomi Spiritual?”

Bahasa ยป