Pendobrak Pintu Cerpen Indonesia

Theresia Purbandini
http://jurnalnasional.com/

Perjalanan hidup Danarto kaya dengan pengalaman di dalam dan di luar negeri. Selain sebagai sastrawan, ia dikenal juga sebagai pelukis, yang memang ditekuni sejak masa muda. Sebagai pelukis ia pernah mengadakan pameran di beberapa kota. Sebagai sastrawan ia juga pernah mengikuti program penulisan di luar negeri di antaranya di Kyoto, Jepang. Continue reading “Pendobrak Pintu Cerpen Indonesia”

Renungan Cerpen dari Sungai Martapura

Raudal Tanjung Banua
jurnalnasional.com

Selesai mengikuti Kongres Cerpen V di Banjarmasin beberapa waktu lalu, saya menyempal ke tepian Sungai Martapura dan mencoba merunut-runut lagi “Pengantar Redaksi” yang saya tulis di Jurnal Cerpen edisi 8. Apakah yang saya tulis tentang fenomena cerpen “gumam” tidak berlebihan, atau memang semacam potret kecil yang tak terhindarkan? Continue reading “Renungan Cerpen dari Sungai Martapura”

Menit-menit Terakhir

Ivy Goodman
Penerjemah: Dwi Fitria
jurnalnasional.com

Aku berusia lima belas pada tanggal lima belas. Ayahku meninggal pada tanggal satu, nenekku tanggal dua belas, pacarku tanggal delapan belas.

“Kau berikutnya,” ujar ibuku pada tanggal dua puluh dua. Ia menyerahkan padaku sepotong silet dan sepucuk revolver. “Aku sarankan kau pilih revolver,” ia berbisik, “tapi yang manapun yang kau pilih, sebelumnya sebaiknya kau merangkak dulu ke dalam kantung plastik.” Ia membuka pintu ruang bawah tanah dan melambai. “Selamat tinggal, Dena.” Continue reading “Menit-menit Terakhir”

Ayah, 80 Tahun Lebih

Darman Moenir
jurnalnasional.com

MUNGKINKAH orang setua ayah, berusia delapan puluh tahun lebih, masih harus dibiarkan bekerja di sawah dan di ladang? Dan, bekerja di sawah, jelas beliau bergelimang dengan luluk, dengan bau tanah, dengan lumpur, dengan miang jerami, dengan bajak, dengan hadangan cuaca amat panas di musim kemarau, sering berbadai di musim hujan. Tetapi adakah cara paling santun menegah ayah yang bekerja dengan semangat empat-lima seperti para pejuang merebut dan memertahankan kemerdekaan? Continue reading “Ayah, 80 Tahun Lebih”

Undangan Rasa Cokelat

Uki Bayu Sedjati
http://jurnalnasional.com/

?Aku lagi sibuk, nggak bisa..?
??Tolong, deh. Kamu tega..nggak kasian aku.??

Rodi lagi-lagi menggelengkan kepala. Rasanya kepingin membanting HP. Untung emosinya masih terkendali. HP yang entah ke berapa. Baru dibelikan. Desainnya oke, fiturnya lengkap. HP yang lama ada yang ketinggalan di taxi, di motel, di spa, juga ada yang berkeping dibanting, kemarin, saat Amara cemburu berat. Andai kejadiannya tak di lobi hotel, mungkin bisa diacuhkan. Continue reading “Undangan Rasa Cokelat”

Bahasa ยป