Di Balik Penerbitan Buku Sastra Swadaya

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

BULAN-bulan terakhir saya menerima beberapa antologi cerpen dan puisi. Buku-buku itu tak cuma karya pengarang/penyair yang tinggal di Ibu Kota dan terbit di Jakarta, akan tetapi juga karya pengarang/penyair yang berdomisili di daerah, dan diterbitkan di daerah.

Dari Jakarta, saya terima antologi cerpen Papirus, berisi cerpen 24 mahasiswa/i Jurusan Teknik Grafika & Penerbitan Politeknik Universitas Indonesia. Continue reading “Di Balik Penerbitan Buku Sastra Swadaya”

Pendidikan Gender Berbasis Sastra

Teguh Trianton *
suarakarya-online.com

Tatkala karya sastra banyak mengangkat isu ketimpangan gender, sastra dianggap turut berperan mengkonstruk bias gender. Karya sastra boleh jadi selalu merepresentasikan kondisi sosial budaya masyarakat di mana sastrawan tinggal. Sehingga ketika seorang sastrawan hidup dalam tekanan, maka karya sastra yang ditulis akan menyuarakan penolakan atas tekanan tersebut. Continue reading “Pendidikan Gender Berbasis Sastra”

Bahasa dan Kita

Dicerai, Penulisan Kata Depan Di
Suhatri Ilyas
http://www.suarakarya-online.com/

Aneh bin ajaib, masih ada yang belum bisa membedakan antara di sebagai kata depan (preposisi) dan di sebagai imbuhan (prefik), terutama dalam penulisannya. Aneh bin ajaib, karena yang tidak bisa membedakan itu termasuk wartawan, orang yang menggunakan bahasa sebagai alat dalam melakukan pekerjaannya. Ini ibarat petani yang tidak mengenal cangkul. Continue reading “Bahasa dan Kita”

Mengupas Kearifan Lokal, Media, dan Wisata Sastra

TEMU SASTRA NUSANTARA IV
Slamet Rahardjo Rais
http://www.suarakarya-online.com/

Karya sastra tradisional, sebagai potensi budaya local mampu memberi kontribusi dalam membangun sastra Nasional. Dan sastra lokal yang merupakan “genius local” sebenarnya memiliki nilai-nilai universal. Karena itu dalam membangun sastra Nasional, sudah sepatutnya ada langkah usaha mengembangkan sastra lokal yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Continue reading “Mengupas Kearifan Lokal, Media, dan Wisata Sastra”

Potret Manusia dalam Sekarini

Khisna Pabichara
http://www.suarakarya-online.com/

Manusia adalah binatang berpikir, demikian ditegaskan filsuf besar, Aristoteles. Artinya, satu-satunya potensi besar yang membedakan manusia dengan binatang adalah karena manusia memiliki akal. Akal ini merupakan aset unik yang bisa menegaskan keunggulan manusia dari binatang. Dengan akal, manusia bisa menjadi “binatang beradab”. Continue reading “Potret Manusia dalam Sekarini”

Bahasa ยป