Desak dan Anjingnya

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Mula-mula aku tidak tahu, mengapa seekor anjing berbulu coklat mudai selalu memasuki ruang kelasku bilamana aku mengajar mata kuliah Drama dan Advanced Reading. Kadang, anjing yang berbulu bersih terawat itu menerjang masuk ke dalam kelas dan kemudian berhenti di salah satu sudut kelas. Mahasiswa biasanya tertawa setiap kali anjing itu datang. Mereka lebih paham dariku. Anjing itu biasanya langsung duduk dengan tenang di samping kaki Desak yang sedang mendengar kuliahku. Continue reading “Desak dan Anjingnya”

Belajar dari Korea dan Hongaria

Cecep Syamsul Hari
cetak.kompas.com

Tiga tahun lalu ketika saya menjadi sastrawan tamu di Korea dan pada hari ketiga saya tinggal sebagai sastrawan tamu di Hongaria, saya teringat kepada Harry Aveling yang selama tiga dekade setia menerjemahkan puisi-puisi para penyair Indonesia dari berbagai generasi ke dalam bahasa Inggris. Salah satu bukunya yang dikenal luas dan belum begitu lama diterjemahkan juga ke dalam bahasa Indonesia, Secrets Need Words: Indonesian Poetry 1966-1998 (Ohio University Press, 2001), banyak dirujuk para penulis buku antologi puisi di berbagai belahan dunia, antara lain dirujuk Tina Chang Continue reading “Belajar dari Korea dan Hongaria”

Bahasa Tegal dan Tradisi Tulis

Suriali Andi Kustomo
suaramerdeka.com

TIGA belas tahun yang lalu, saya memberi kata pengantar buku Roa, sebuah buku karya sastra terjemahan. Namun bukan buku terjemahan sastra asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya – dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, Perancis, Jepang, atau bahasa lain sebagaimana karya Pramoedya Ananta Toer, Ahmad Tohari, Mochtar Lubis, Goenawan Mohamad, dan sastrawan Indonesia lainnya. Continue reading “Bahasa Tegal dan Tradisi Tulis”

Baku atau Tak Baku, Terpulang kepada Anda?

Suhatri Ilyas
http://www.suarakarya-online.com/

Apa sesungguhnya perbedaan arti dan penggunaan kata rubuh dan roboh, kukuh dan kokoh, mulur dan molor, atau bahkan telur dan telor. Kata-kata yang dibedakan hanya dengan satu bunyi (fonem) /u/ dan /o/ ini dalam penggunaannya cukup membingungkan. Selain sering tertukarkan begitu saja (suatu saat mulur berarti molor, tapi pada situasi lain molor juga berarti mulur), ada juga pengertian lain berkaitan dengan penggunaannya dalam ragam tertentu. Continue reading “Baku atau Tak Baku, Terpulang kepada Anda?”

Bahasa ยป