Gerson Gubertus Poyk Menulis Mengisi Kesepian

Susianna
suarakarya-online.com

Di usia 78 tahun Gerson Gubertus Poyk masih tetap menjalankan aktifitas rutin sebagai penulis yang digeluti lebih 55 tahun yang lalu. Di samping itu membaca buku terutama tentang teologi dan filsafat serta berkebun yang lokasinya sekitar 3 kilometer dari kediamannya Gang H Miun No.21 A, Cikumpa, Sukmajaya, Jl Raden Saleh, Depok, Jawa Barat. Dengan mengenjot sepeda, Gerson menuju kebun di tepi danau Cilodong, Depok. Gerson bekerja layaknya sebagai petani, yaitu mencangkul, menanam jagung, singkong, sayuran, membersihkan rumput dan sebagainya. Hasil tanaman itu dimasak dan sebagian dijual. Continue reading “Gerson Gubertus Poyk Menulis Mengisi Kesepian”

Puisi-puisi Aksentuasif

Beni Setia
suarakarya-online.com

ADA luka ketika harus membolak-balik buku kumpulan puisi dua penyair Solo ini, yang dihadirkan dalam tehnik saling lekat punggung – singkur – singkuran mirip pengantin cemburu. Risalah Abad Bandung Mawardi itu menarik, dan Pigura Haris Firdaus sangat menarik, jadi kenapa harus menghadirkan yang satu dengan membalikkan yang lain? Apa tak bisa tertib disusun searah berdasarkan abjad dan diberi judul Solo Berdua? Continue reading “Puisi-puisi Aksentuasif”

Tiga Pekan Melawat ke Belanda, Mengunjungi Penulis Jawa Tempo Dulu, dari Blog ke Buku

Yuli Akhmada
http://www.surya.co.id/

Nama Priambodo Prayitno tentu tak asing bagi kalangan blogger Indonesia, terutama yang biasa pakai Multiply.Com. Ia punya banyak koleksi kartu pos bergambar foto-foto Jawa tempo dulu. Saya mendatangi apartemennya di Delft, di sela-sela kegiatan saya mengikuti kursus online journalism di Radio Netherland Training Center (RNTC) Hilversum yang disponsori STUNNED.

Mas Pri, nama panggilan Priambodo Prayitno, punya blog beralamat di www.djawatempodoeloe.multiply.com. Pada foto profilnya terpasang lelaki Jawa cenderung legam, juga berikat kepala dengan pose lugu. Continue reading “Tiga Pekan Melawat ke Belanda, Mengunjungi Penulis Jawa Tempo Dulu, dari Blog ke Buku”

BOLA SALJU YANG MENGGELINDING

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Hujan lebat mengguyur bumi melahirkan kerinduan, adakah ketulian para seniman di negeri jauh yang mencipta kegagapan, lebih parah mewujud kendang kebisuan, tidak mendengar bahasa penderitaan, padahal seluruh organ diri bekerja baik, sayang tuli.

Jameson berkata; ??referensi dan realitas secara bersama-sama lenyap, bahkan makna (petanda) dihadapkan ke satu masalah. Kita dibiarkan dalam permainan acak petanda yang kita sebut post-modernisme, yang tidak lagi menghasilkan karya-karya monumental seperti modernisme, tetapi secara tidak henti mengaduk-aduk fragmen-fragmen teks yang sudah ada?? Continue reading “BOLA SALJU YANG MENGGELINDING”

Bahasa ยป