Sastra dan Pembentukan Identitas Bangsa

Harfiyah Widiawati*
http://www.pikiran-rakyat.com/

Perbincangan mengenai sastra dan kebangsaan bukanlah hal yang baru. Kedua entitas tersebut memang terkait erat. Beberapa topik yang sering dibahas di antaranya adalah peran serta sastra dalam membentuk gagasan tentang sebuah bangsa. Peran serta sastra atau lebih luasnya lagi tulisan-tulisan cetak, dalam membentuk nasionalisme negara-bangsa Asia dan Afrika, misalnya telah dibahas oleh Benedict Anderson dalam Imagined Communities. Dalam konteks Indonesia, munculnya majalah dan koran terbitan Sino-Cina dan Indo-Eropa di akhir abad ke-19 membantu menyebarluaskan gagasan-gagasan revolusi di Eropa, yang akhirnya menjadi cikal bakal munculnya semangat persatuan dan perlawanan terhadap pemerintah kolonial. Continue reading “Sastra dan Pembentukan Identitas Bangsa”

Film Pop dan Karya Sastra

Eddy D. Iskandar*
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

KETIKA hendak membuat film “Atheis”, almarhum Syuman Djaya pernah mengatakan bahwa jika ingin membuat film Indonesia berwajah Indonesia, maka pilihlah cerita berdasarkan karya sastra Indonesia. Film “Atheis” sendiri berdasarkan roman terkenal karya Achdiat K. Miharja. Sebelumnya, Syuman ? salah seorang sutradara terkemuka kita lulusan sinematografi Moskow, pernah membuat film anak-anak berdasarkan karya Aman Datuk Majoindo “Si Doel Anak Betawi”, yang melambungkan keaktoran Rano Karno kecil dan sukses secara komersial. Syuman juga membuat film “Pinangan” yang diadaptasi dari karya terkenal pengarang Rusia Anton Chekov. Continue reading “Film Pop dan Karya Sastra”

Menyoal Kritik Dalam Sastra Sunda

Djasepudin*
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

Meski belum sebanyak karya sastra yang membahana, kritik sastra Sunda pun, saya pikir masih hidup dan berjalan. Dengan kata lain, tidak minus, genting, atau seseram yang dibayangkan.

Selain dimuat di majalah Mangl?, Galura, Cupumanik, Seni Budaya, Bal?bat, atau di media online, patut diingat, kritik sastra Sunda pun bisa ditulis dalam bahasa Indonesia. Bukankah skripsi, tesis, atau disertasi mahasiswa Unpad dan UPI umumnya membedah carpon, sajak, dan novel Sunda, baik yang kiwari atau yang bihari? Continue reading “Menyoal Kritik Dalam Sastra Sunda”

Sastra di Tengah Gemuruh Industri Kreatif

Irein Rizqiah Khalida*
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

Ketika produk dipersiapkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus mendesak, industri dimulai. Sebagaimana film, sastra juga telah memasuki era industri.

Sampai tahun 1950-1960-an, masih ada kesulitan untuk mencari apa yang bisa dibaca. Di masa itu penerbitan langka. Yang aktif hanya Balai Pustaka, Gunung Agung, dan PP Analisa. Tetapi kini justru sastra meledak. Hampir tidak bisa lagi kita lacak apa saja yang terbit, karena begitu banyaknya. Jenis sastra yang diterbitkan pun sudah beragam. Continue reading “Sastra di Tengah Gemuruh Industri Kreatif”

Burung Merak Putu Wijaya

Hikmat Gumelar *
newspaper.pikiran-rakyat.com

Dari belakang panggung, dari balik layar putih yang sepa-ruhnya memerah oleh semburan cahaya lampu, muncul seorang lelaki memakai sarung hitam, kemeja hitam, kopiah hitam, dan syal abu melilit leher. Untuk ukuran umum lelaki Indonesia, lelaki itu tinggi dan besar. Akan tetapi, saat berjalan membentuk sepatu kuda, langkahnya tampak berat. Badannya tampak rapuh, dan saat berkata, suaranya terdengar mengandung duka. Pelan dan agak serak. Continue reading “Burung Merak Putu Wijaya”

Bahasa ยป