Menyambung Lidah Rendra

Monolog “Burung Merak” Putu Wijaya

Adnyana Ole

Beranda

Setidaknya terdapat dua pokok pikiran WS Rendra, si Burung Merak, yang seharusnya bisa dijadikan landasan untuk memperbaiki bangsa ini. Yakni, “Mempertimbangkan Tradisi” dan “Gagah dalam Kemiskinan”.

Jika harus ditambah lagi, maka sederet pemikiran lain dari Rendra bisa secara terus-menerus dihidupkan dalam setiap diri orang Indonesia. Continue reading “Menyambung Lidah Rendra”

Putu Wijaya di Mata Para Seniman

Stevani Elisabeth
sinarharapan.co.id

Putu Wijaya meraih penghargaaan Akademi Jakarta di tahun 2009 ini. Penghargaan itu akan diberikan kepada Putu Wijaya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

I Gusti Ngurah Putu Wijaya atau yang biasa dikenal dengan Putu Wijaya (65) telah mengabdikan hidupnya dalam dunia seni dan budaya. Pria yang lahir pada 11 April 1944 ini telah menghasilkan sedikitnya 30 novel, 40 naskah drama, dan ribuan cerpen. Bahkan beberapa naskah drama dia sutradarai sendiri untuk dipanggungkan di dalam dan di luar negeri. Continue reading “Putu Wijaya di Mata Para Seniman”

Percy Bysshe Shelley (1792-1822)

Nurel Javissyarqi

Percy Bysshe Shelley (4 Agus 1792 – 8 Juli 1822), penyair Inggris lahir di Field Place (Sussex) meninggal di Spizzia (Itali). Sekolah menengah Eton, masuk Universitas Oxford (tak lama diusir berkenaan pamfletnya The Necessity of Atheism, 1811). Pengalaman di Eton serta bacaan buku-buku filsuf skeptis di Oxford, tertanam perasaan dendam terhadap segala penindasan. Ke London bertemu Harriet Westbook kemudian menikah, lama bergerak ke Irlandia menyebarkan faham Shelley tentang kemerdekaan, sesudahnya hidup di London. Bertemu William Godwin yang lebih ekstim dekat cita-cita anarkis dan terpengaruh Mary (anaknya Godwin). Continue reading “Percy Bysshe Shelley (1792-1822)”

Ihwal Biografi Sastrawan Riau Modern

(Apresiasi Atas Buku Leksikon Sastra Riau)

Marhalim Zaini
riaupos.com

Betapa pun pakar semiotika Roland Barthes (1915-1980) menggemaungkan, “the death of the author,” saya yakin, kita masih sangat percaya bahwa sosok sastrawan (pengarang) tak dapat dengan mudah “terpisah” dengan karyanya.

Dan tentu, kita juga tahu bahwa Roland Barthes memang tidak sedang hendak “memisahkan” keduanya, meski dia menandaskan tentang “matinya seorang pengarang.” Continue reading “Ihwal Biografi Sastrawan Riau Modern”

Pemberontakan Pamuk dan Kecamuk Dua Dunia

Anton Kurnia *
serambi.co.id
pikiran-rakyat.com

TAK bisa dimungkiri, Orhan Pamuk adalah salah satu sastrawan terdepan dunia saat ini. The New York Times Book Review yang berwibawa itu menulis tentang Pamuk dengan pujian melangit, “Bintang baru telah terbit di Timur: Orhan Pamuk, seorang penulis Turki.”

Reputasi internasional sastrawan Turki pemenang Hadiah Nobel Sastra 2006 ini melambung terutama setelah terbitnya Benim Adim Kirmizi (1998, diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Erdag M. Goknar sebagai My Name Is Red pada 2001). Continue reading “Pemberontakan Pamuk dan Kecamuk Dua Dunia”

Bahasa ยป