Sajak-Sajak Laela Awalia

lampungpost.com

Kita dan Hujan yang Datang

Kau ingat pada sore itu?
kita menjamu hujan yang datang dengan riang
menyilakannya masuk dalam ruang-ruang ingatan
menahannya agar tak cepat pulang
kau ingat pada sore itu?
kita bercengkerama dengan hujan yang telah kita tawan
lalu,
kau bercerita tentang tarian hujan
aku belajar menari hujan
kau ingat pada sore itu?
kita mengabadikan hujan dalam kenangan
ketika matamata kita mulai terpejam
ketika hujan pelan-pelan diam

Natar, 10 Oktober 2009

Hujan yang Membawaku padamu
: An Natary

Hujan ini, telah membawaku pada matamu
mata yang meluruhkan hujan, sore itu
hujan ini telah membawaku pada suaramu
suara yang mengalunkan irama hujan, sore itu
apakah hujan ini akan pula membawamu pada mataku,
esok sore?
ketika hujan kembali datang
ketika hujan kembali riang?

Hujan Itu Puisi
: untuk Putra

Ketika kau bilang hujan itu puisi,
aku hanya tertawa
menertawakan wajahmu yang tiba-tiba jadi sayu
ketika kau bilang rintik itu bahasa langit,
aku pun hanya tertawa
menertawakan senyummu yang tiba-tiba jadi madu
tapi kini, puisi itu telah menjelma jadi hujan
rintiknya serupa sembilu menusuki kalbu
perihnya terasa karena ternyata kau lah yang membuat puisi itu jadi hujan
sore ini

Kamar Hujan, 23 Juni 2009

Pagi yang Berbeda
-untuk rama

Kusuguhkan pagi yang berbeda, rama
pagi dengan tarian hujan yang riang
pagi dengan pelangi yang nanti akan datang
dan pagi dengan daun-daun yang rekah mengembang
kusuguhkan pagi yang berbeda, rama
biar bisa kau kenang
saat senja tiba

Natar, 4 Oktober 2009

Pencuri Waktu yang Diam-Diam
: untuk rama

Sajak-sajakku lindap dalam mimpimu
ketika kau diam-diam mencuri waktuku
pantas, ku sering kehilangan malam-malamku
hingga yang kudapati hanya senja di bibir waktu
sejak kapan kau terbiasa mencuri waktuku, rama?
-sejak aku melihat senyummu, batari-
kupu-kupu lindap di rumput perdu
bunga sore merekah penuh
itu yang akan menyambutmu ketika kau juga ingin mencuri hatiku
sejak kapan kau mecoba mencuri hatiku, rama?
-sejak kau suguhkan senyummu untukku, batari-
senja yang kau sisakan kini, telah mengendap di ruang kalbu
mungkin kali ini, malam akan kau cuiri lagi
diam-diam

Natar, 29 Oktober 2009

*) Lahir di Natar, Lampung Selatan, 5 April 1986. Mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung ini adalah anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *