Tag Archives: Laela Awalia

Sajak-Saja Laela Awalia

http://www.lampungpost.com/
Hujan yang Senyap

Hujan di Palembang mungkin sama dengan hujan di tempatmu, rama
tapi entah mengapa aku begitu yakin ini hujan yang berbeda

tak ada tanganmu yang terulur menjangkau titik-titik hujan yang jatuh dari atap rumah
tak ada matamu yang sayu menatapku dalam diam

Sajak-Sajak Laela Awalia

http://www.lampungpost.com/
Tanggal Gugur
: seseorang yang memanggilku dinda

Kutandai tiap jengkal jejakmu sebagai musim gugur dalam duniaku
begitu sering detak waktu terasa diam ketika mata menatap tanggal-tanggal itu

tanggal gugur yang menjelma jadi derai-derai hujan pada matamu
jejak tak pernah ingkar pada musim

Sajak-Sajak Laela Awalia

http://www.lampungpost.com/
Hujan dan Matamu

Hanya hujan, dinda
yang kelak bisa mengingatkanku pada matamu
sebab hujan yang berderai di halaman rumah senja itu
adalah hujan dari matamu

Natar, 26 Februari 2010

Sajak-Sajak Laela Awalia

http://www.lampungpost.com/
Bahasa Kita
: Rindu

Apa kabarmu, rama?
Dari beranda rumahku, hujan mulai menyapa
Sama seperti senja kala itu
Ketika masing-masing kita hanya punya satu bahasa
: kau bilang itu cinta
Bagiku, rama
Kita hanya bisa melafalkan cinta tanpa pernah bisa menerjemahkannya

Sajak-Sajak Laela Awalia

http://www.lampungpost.com/
Kita dan Hujan yang Datang

Kau ingat pada sore itu?
kita menjamu hujan yang datang dengan riang
menyilakannya masuk dalam ruang-ruang ingatan
menahannya agar tak cepat pulang
kau ingat pada sore itu?
kita bercengkerama dengan hujan yang telah kita tawan
lalu,
kau bercerita tentang tarian hujan