Coretan Kang Dol

Ahmad Munib

Kang DulPaqih masih duduk terpaku pd sebuah dipan tua, yang tampak reot termakan rayap. jari telunjuknya masih menjempit erat sebatang rokok, yah merk mlendjo kesukaanya. disampingnya secangkir kopi kental bikinan mbok sutrani, yang tinggal ampasnya dg setia menemaninya. kepulan asap ringan pun terus keluar dari mulut…nya yang keliatan menghitam. ya, Kang DulPaqih masih terpaku dg ujaran-ujaran kang Irul saat “kongkow” bersama Ki Wahono di warung mbok sutrani td pagi.
Ia masih terkesan dg dongengnya itu, begini…… Continue reading “Coretan Kang Dol”

Jose de Espronceda (1808-1842)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=386

KEPADA SPANYOL
Jose de Espronceda

Percuma kini megah menara ditembok batu dan kekayaan sumber-sumbermu.
Tunjukkan daku sisa pusaka pahlawan perkasa, yang mewangi namamu dengan waninya.

Pernah kau dulu bertahta, tinggi laksana pohon yang megah di puncak gunung Libanon.
Suaramu: Halilintar, bergegar menyambar hati pengecut dengan geger dan gentar takut. Continue reading “Jose de Espronceda (1808-1842)”

MEMBANGUN PENDIDIKAN, MELAKSANAKAN OTONOMI DAERAH

Catatan Kecil atas Berbagai Gagasan Besar

Maman S. Mahayana *

“Kunci kemajuan sebuah bangsa terletak pada pendidikan” (Fukuzawa Yukichi (1835?1901), Bapak Pendidikan Modern Jepang)

Membaca sebuah buku antologi, boleh jadi kita merasa laksana dibawa masuk ke sebuah lanskap yang penuh panorama. Dari sana, tema-tema yang beragam seperti hendak saling menyerbu dan memaksa kita (pembaca) melakukan pilihan-pilihan. Jika keberagaman tema yang dihadirkan itu mengesankan berbagai gagasan yang fragmentaris, maka tugas pembaca kemudian mencoba mencari benang merahnya. Continue reading “MEMBANGUN PENDIDIKAN, MELAKSANAKAN OTONOMI DAERAH”

TENTANG PRASANGKA

Hasnan Bachtiar *

Sore lalu aku melihatnya tertunduk lesu, lelah tak bersemangat menikmati jalan hidup dengan penuh tanya. Aku mencoba membaca simbol-simbol gelisah dari mimik muka muram yang berteduh dalam senja. Menafsirkan pergumulan menjelang malam yang abu-abu, memang menampakkan keraguan dan tanya tentang sesuatu. Aku berusaha menerjemahkan prasangka. Kuingat G?ethe melamun, Wie war?n wir verloren? Ohn? Lieb. Oh… aku betul-betul menyadarinya, bagaimana hidupku sungguh sia-sia? Tanpa cinta. Continue reading “TENTANG PRASANGKA”

Bahasa ยป