Konstatasi Ruang Kota dalam Seni Rupa

Imam Muhtarom *
jawapos.co.id

Ruang dalam kota adalah sebuah panggung bagi para penghuni kota. Panggung itu, antara lain, berupa mal, jalan, tempat hunian, kantor, alat transportasi, terminal, toilet di gedung DPR, dan sebagainya. Dalam panggung, para penghuni kota tak ubahnya para aktor yang tengah memainkan peran masing-masing. Peran yang dibawakan oleh para aktor itu tidak saja bergantung pada kelas sosial, tetapi juga negosiasi terus-menerus para aktor dengan ruang di kota tersebut. Continue reading “Konstatasi Ruang Kota dalam Seni Rupa”

Dante Gabriel Rossetti (1828-1882)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=431

Dante Gabriel Rossetti (12 Mei 1828 ? 9 April 1882. Dalam buku M. Taslim Ali, tercantum 1830 – 1894). Meski tidak setenar penyair Dante Alighieri (1265 ? 1321), namun kisah hidupnya patut disuguhkan kini. Adalah anak Gabriel Rossetti, seorang patriot Itali yang menyingkir ke Inggris pada tahun 1824. Berpendidikan King’s College, pemimpin Pre-Raphaelite Brotherhood, yang didirikan bersama Holman Hunt dan Millais. Mula-mula terkenal sebagai penerbit, setelah sajaknya yang terbaik terbit: The Blessed Damozel, kemudian sebagai penyair dan pelukis Inggris. Continue reading “Dante Gabriel Rossetti (1828-1882)”

Puisi-Puisi Kurniawan Junaedhie

jurnalnasional.com

Keluarga Bahagia Ketika Hujan di Hari Minggu

Hujan di pagi hari menyebalkan. Aku menarik selimut sampai dagu. Tanganku kelu di bawah bantal. Istri dan anak-anak sudah mandi. Ke Mal, teriak mereka. Jendela tidak bohong. Kaca penuh embun. Selebihnya kabut. Aku menarik selimut sampai kepala. Tanganku berputar ke arah guling. Istri dan anak-anak sudah mandi. Ke Mal, teriak mereka. Aku menarik selimut menutup kepalaku. Gelap dalam selimut. Anak istriku ikut masuk ke dalam selimut. Istriku meninju guling. Anak-anak meninju mukaku. Aku tidak bohong. Kami keluarga bahagia. Continue reading “Puisi-Puisi Kurniawan Junaedhie”

Dasi Abu-abu

Silvia Galikano
http://www.jurnalnasional.com/

Pedagang gulali itu tersipu malu ketika aku tanya berapa umurnya. ?Enam belas tahun?, jawabnya sambil menyapu peluhnya yang mengalir di kedua pelipisnya. Aku terkejut. Enam belas tahun? Otak matematika ku langsung mengalkulasi. 1993! Dengan segera ia menjawabnya, ?Iya?.

Tangan-tangan rampingnya yang hitam cekatan melumuri pinggan panas berdiameter tujuh sentimeter itu dengan gula. Continue reading “Dasi Abu-abu”

Bahasa ยป