Pendekatan Sastrawi Komik

Sjifa Amori
jurnalnasional.com

Semua orang datang ke alun-alun Blitar. Tak ada yang mau ketinggalan perayaan sebelum akhir Ramadan. Di tengah lingkaran, ada delapan peti mati berisi harimau dan macan-macan kumbang kelaparan…

Orang-orang berdiri menunggu, bersenjatakan tombak-tombak khusus berbau kemenyan. Kiai membuka peti-peti itu…Ahhh…seekor macan kumbang…predator itu langsung mencari jalan keluar di antara tombak-tombak… Continue reading “Pendekatan Sastrawi Komik”

Puisi-Puisi Rio Fitra SY

http://www.korantempo.com/
LIMA UMPAMA

1.umpama air deras, tempat mula semua hanyut dan meneruskan genangan mencari jalan alir hingga tak ada arus yang tersangkut dikait kayu

2.umpama tongkat, tempat segala condong disanggah bersandar bagi bakal tumbang dan patah dari rebah yang akan menegakkan bunyi pecah

3.umpama cermin, tempat setiap malu menjadi retak setiap bayang memantulkan telanjang saat binatang menampakkan badan Continue reading “Puisi-Puisi Rio Fitra SY”

?mile

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Bagaimana cara menodai agama?

11 Juni 1762, di halaman Gedung Mahkamah Pengadilan, Paris, sebuah buku dibakar. Karya itu berbentuk novel, tapi sebenarnya ditulis untuk membahas soal pendidikan anak. Dengan ?mile itu Jean-Jacques Rousseau dinilai telah bersalah karena ?menganggap semua agama sama-sama baik?. Continue reading “?mile”

Pada Lampu Merah Kita (Bisa) Belajar

A.S. Laksana *
jawapos.co.id

Di lampu lalu lintas yang menyertakan penanda waktu, Anda bisa belajar memahami sesuatu, yakni bahwa Anda bisa menunggu dengan perasaan lebih nyaman ketika waktunya pasti. Misalnya lampu merah menyala dan penanda waktu menunjukkan angka 120, maka Anda memiliki waktu kurang lebih 120 detik untuk menunggu angka itu turun menjadi nol. Pada saat nol itulah lampu hijau ganti menyala dan silakan Anda melanjutkan perjalanan. Selama menunggu angka menjadi nol, Anda bisa mulat-mulet di sadel kendaraan, melakukan peregangan otot seperlunya, minum air mineral barang seteguk, atau apa pun yang bisa Anda lakukan dalam rentang waktu tersebut. Continue reading “Pada Lampu Merah Kita (Bisa) Belajar”

Rumput Belukar Barack Obama

J. Sumardianta *
jawapos.co.id

”Bila engkau tidak bisa jadi pohon cemara di bukit, jadilah belukar yang indah di parit. Bila tidak bisa jadi belukar indah di parit, jadilah rumput yang membuat jalan-jalan semarak. Bukan kemasyhuran yang menentukan seseorang jadi pemenang, melainkan kewajaran.”

Aforisme Douglash Malloch itu sengaja dipilih untuk mengapresiasi masa lalu Barack Obama. Obama, cemara di puncak bukit itu, di masa mudanya tak ubahnya belukar parit dan rumput jalanan. Continue reading “Rumput Belukar Barack Obama”

Bahasa ยป