Azisa Noor, Kiat Membumikan Komik

Musdalifah Fachri
jurnalnasional.com

DI tengah serbuan komik asing Azisa Noor (23) membawa ide segar, unik, namun sarat dengan nuansa lokal. Alur cerita diuraikan lewat karakter tokoh, tempat, bangunan, budaya serta kehidupan sosial ciri khas kota kelahirannya, Bandung.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arsitektur ini menilai, pengaruh komik Jepang (Manga) tidak boleh merongrong seluruh isi komik. Continue reading “Azisa Noor, Kiat Membumikan Komik”

Pengemukaan Pelaku Budaya Urban

Sjifa Amori
http://www.jurnalnasional.com/

Semua orang adalah seniman. Semangat ini digaungkan sejak awal memasuki lingkup wilayah gedung Galeri Nasional Indonesia yang menjadi tempat dihelatnya Pameran Jakarta Art Movement bertajuk The Second God yang berlangsung mulai Minggu (21/2) hingga 28 Februari.

Dibuka dengan iringan musik elektronik, tampaklah sebentuk formasi tarian yang dilengkapi sorotan lampu warna warni. Continue reading “Pengemukaan Pelaku Budaya Urban”

Sebuah Pura di Air Terjun Gitgit

Sunaryono Basuki Ks*
http://www.jawapos.co.id/

Om Sang Hyang Pramasti Adi Guru. Byoh Angadeg ring luhur tan kening lupute

Gusti Madi Agung menuntun lelaki botak berambut penuh uban yang berjalan tertatih-tatih itu setelah dia turun dari motornya. Lelaki itu dituntunnya masuk ke rumah berdekorasi China dengan warna merah yang dominan.

Seorang gadis cilik, mungkin berusia lima tahun, yang sedang sibuk membantu kakeknya menata kotak-kotak obat menyapa, ”Silakan masuk.” Maksudnya masuk terus ke ruang belakang. Continue reading “Sebuah Pura di Air Terjun Gitgit”

Sepinya Penerbit Sastra Jawa

Tiwiek S.A.*)
http://www.jawapos.co.id/

SIAPA pun tahu bahwa sastra Jawa saat ini berada di ambang kepunahan. Hal yang sangat ditakuti (oleh sastrawan Jawa) ini bisa saja terjadi jika orang Jawa sebagai pemilik sah khazanah sastra Jawa semakin tidak peduli. Kalau saya mengatakan sastra Jawa, tidak berarti kehidupan sastra daerah lain (misalnya, sastra Sunda, Bali, dan Batak) lebih baik. Di sini saya khusus membicarakan nasib sastra Jawa karena kebetulan saya adalah orang Jawa yang selama ini menggeluti sastra Jawa. Continue reading “Sepinya Penerbit Sastra Jawa”

Bukan Pidato Basa-basi

M. Sholahuddin*
http://www.jawapos.co.id/

KITA tentu masih ingat bagaimana Pak Harto berpidato? Saat penguasa Orde Baru itu menyampaikan pidato di televisi, sebagian di antara kita lebih memilih meninggalkan atau mematikan televisi. Mengapa? Sebab, ibarat makanan, pidatonya kurang menggugah selera. Baik isi maupun cara penyampaiannya. Mungkin satu-satunya pidato Pak Harto yang banyak ditunggu dan disaksikan jutaan pemirsa ialah pidato pengunduran dirinya atau lengser keprabon dari kursi presiden yang sudah dijabatnya selama 32 tahun. Continue reading “Bukan Pidato Basa-basi”

Bahasa ยป