Menjaga Api Soekarno

Fenny Aprilia*
http://www.jawapos.co.id/

Tahukah Anda bahwa mobil kepresidenan yang pertama dimiliki Indonesia adalah hasil curian? Sudiro, sekretaris pribadi Soekarno, mendatangi rumah seorang pejabat Jepang yang memiliki mobil jenis limosin bermerek Buick. Hanya ada sopir si pejabat yang terlihat di pekarangan rumah. Sudiro berteriak kepada si sopir, ”Merdeka!” Kemudian, dia menjelaskan maksud kedatangannya untuk meminta kunci mobil milik majikan si sopir. Continue reading “Menjaga Api Soekarno”

Minamoto Yorimasa (1106-1180)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=422

Minamoto Yorimasa (1106-1180), penyair Jepang yang karya-karyanya muncul di banyak antologi. Dialah seorang samurai hebat, ketua Pengawal Kerajaan, pernah memimpin pasukan Minamoto dalam perang Genpei. Tahun 1150, membunuh monster Nue dengan sebuah anak panah, atas jasanya Kaisar Konoe menghadiahkan pedang. Tahun 1156, mengikuti pemberontakan Hogen. 1179 berhenti dari pasukan Kiyomori, berubah fikiran melawan klannya sendiri, pada akhirnya menjadi pendeta Budha. Mei 1180, mengirimkan permohonan kepada ketua Minamoto yang lain, ke kuil juga biara yang pernah diserangnya. Continue reading “Minamoto Yorimasa (1106-1180)”

MENULIS SEBAGAI SILATURAHMI

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Memasuki era kesejagatan, kini, makin disadari betapa informasi menempati kedudukan penting. Siapa yang menguasai informasi, dia yang niscaya dapat memainkan peranannya; mempengaruhi dan sekaligus juga ?menciptakan? opini publik, dan menjual informasi untuk kepentingannya atau untuk kepentingan siapa saja. Sebaliknya, siapa yang ketinggalan informasi, dialah yang kelak akan tergusur dan terus-menerus menjadi objek eksploitasi atau menjadi penonton yang pasif, tanpa dapat melibatkan diri dalam arus deras perubahan zaman ini. Atas kesadaran itulah, lalu orang berlomba-lomba mencari, menemukan, dan menguasai informasi. Continue reading “MENULIS SEBAGAI SILATURAHMI”

Sumbang Saran Kritik Seni

Baridul Islam Pr
sinarharapan.co.id

Membaca kritik sastra yang ditulis Binhad Nurrohmat, Budi Darma, Satmoko Budi Santoso dan Edy AFN yang termuat dalam segmen Seni di Harian Kompas minggu di bulan Mei-Juni 2003 membuat perdebatan sastra dan kritiknya kembali menarik untuk dilakukan. Begitu juga dengan tulisan penyair Ajip Rosidi yang berjudul: “Hanya Dijadikan Obyek” (Kompas, 29/6/2003). Dari kedua macam kritik sastra dan seni tersebut penulis mencoba menarik dua kesimpulan awal. Continue reading “Sumbang Saran Kritik Seni”

Teater Indonesia Harus Menciptakan Tradisinya Sendiri

Edy Suyanto
http://www.sinarharapan.co.id/

?Perkembangan teater saat ini adalah perkembangan teater post-Stanislavsky. Setelah Stanislavsky, tumbuh teater baru yang mementingkan sutradara,? begitu kata Asrul Sani ketika saya mewawancarainya dalam satu kesempatan di pertengahan tahun 2000 lalu. Dikatakannya pula, ?Di Eropa, orang sudah enggak perlu surealisme lagi. Sudah jenuh. Mereka mencari bentuk yang lain. Tapi kita baru mulai, akibatnya biarpun lama berteater, tapi tidak melahirkan aktor yang baik.? Continue reading “Teater Indonesia Harus Menciptakan Tradisinya Sendiri”

Bahasa ยป